Hadir di Tempat Larangan Kampanye, Calon Kepala Daerah Bisa Disemprit

02/03/2018, 14:18 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) (dok.JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Para calon Kepala Daerah agaknya harus waspada saat hadir dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di tempat larangan untuk berkampanye. Silap sedikit, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bisa menindaknya.

Dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) sudah ada larangan tempat untuk berkampanye yakni sekolah dan tempat ibadah. Bawaslu mengingatkan agar para calon kepala daerah berhati-hati.

"Tidak apa-apa kalau dia (paslon) hanya berkunjung. Kita tidak bisa melarang. Kita selalu awasi jika dia mengadakan kegiatan di kampus, sekolah atau tempat ibadah," kata Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan, Jumat (2/3).

Sepanjang para calon tidak memaparkan visi dan misi dalam acara tersebut, tidak ada masalah. Namun ketika dia mulai memperkenalkan diri sebagai calon kepala daerah, Bawaslu tidak segan mengambil tindakan. "Apalagi kalau ada ajakan memilih. Itu tidak boleh, termasuk dengan simbol tangan," kata Syafrida.

Bawaslu juga sudah menyurati para paslon untuk memberitahukan ketika menggelar kegiatan. Intinya, para Paslon harus waspada ketika hadir dalam acara yang dilaksanakan di lembaga pendidikan dan tempat ibadah. "Kalau dia tidak memberitahu acaranya. Kita berhak membubarkan acara itu," pungkasnya.

Sampai saat ini pihaknya belum mendapati ada calon kepala daerah yang melakukan pelanggaran dalam kampanye.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi