alexametrics

Kasus Mercy Maut, Orang Tua Korban Surati Kajagung

2 Februari 2019, 12:37:24 WIB

JawaPos.com – Pengadilan Negeri (PN) Solo telah memvonis Iwan Adranacus dengan hukuman 1 tahun penjara. Terdakwa dinyatakan bersalah atas tragedi kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Eko Prasetio. Kasusnya kemudian dikenal Mercy maut.

Namun keluarga korban justru ngotot agar Iwan dibebaskan dari segala hukuman. Bahkan, Suharto yang merupakan ayah korban sampai surat permohonan kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Solo agar jaksa tidak mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan kepada Iwan.

Suharto berdalih apa yang dilakukannya murni sesuai hati nurani dan tanpa paksaan atau adanya uang dari pihak Iwan. “Saya sudah membuat surat permohonan agar jaksa dan majelis hakim membebaskan Iwan Adranacus dari segala tuntutan dan hukuman apapu. Surat pernyataan itu saya tulis di atas meterai,” ungkap kakek 58 tahun itu kepada JawaPos.com, Sabtu (2/2).

Mercy Maut
Surat permohonan yang ditulis Suharto. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Suharto juga mengirimkan surat permohonan serupa kepada Kepala Pengadilan Negeri (PN) Solo dan Kepala Kejaksaan Agung (Kajagung). Ia berharap Iwan segera dibebaskan. Sebab pihak keluarga sudah mengikhlaskan kejadian tersebut dan menyatakan damai. Jadi sudah tidak ada alasan lagi untuk tetap menghukum Iwan lebih berat.

“Ini karena kesalahan anak saya sampai Pak Iwan duduk di kursi persidangan. Anak saya memang tipe orang temperamental. Kalau anak saya tidak menendang mobil Pak Iwan, maka hal ini tidak akan terjadi,” katanya.

Suharto melanjutkan, kejadian ini tidak semata-mata merupakan kesalahan Iwan Adranacus. Melainkan juga kesalahan putranya. Mengingat kejadian bermula dari sikap emosi anaknya yang menendang mobil terpidana saat keduanya bertemu di Simpang Empat RM Said.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Ari Purnomo

Kasus Mercy Maut, Orang Tua Korban Surati Kajagung