JawaPos Radar

Mendagri Dorong Guru Berani Tolak Jual Beli Jabatan

02/02/2018, 15:56 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
PGRI
Mendagri Tjahjo Kumolo menghadiri Konkernas PGRI ke-5 di Pacific Palace Hotel, Sungai Jodoh, Batam, Kepri, Jumat (2/2). (Bobi Bani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo membuka Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) Persatuan Guru Republik Indoneaia (PGRI) ke-5. Pada kesempatan ini, Tjahjo mewanti-wanti para guru untuk tidak mendekati area kerja yang mengarah pada masalah korupsi.

Setiap guru harus memahami betul birokrasi. Sehingga jeratan hukum bisa dihindari. "Guru harus berani menolak praktek jual beli jabatan. Saya tidak bisa menuduh. Tapi penyakit ini ada," kata Tjahjo di Pacific Palace Hotel, Sungai Jodoh, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (2/2).

Tjahjo juga berpesan agar para guru terus berimajinasi. Tujuannya agar susunan konsep dalam memperbaiki pendidikan bisa terlaksana menyesuaikan dengan kemajuan zaman.

PGRI
Mendagri Tjahjo Kumolo membuka Konkernas PGRI ke-5 di Pacific Palace Hotel, Sungai Jodoh, Batam, Kepri, Jumat (2/2). (Bobi Bani/JawaPos.com)

Gagasan tersebut diharapkan bisa menyentuh tidak hanya untuk kepentingan PGRI semata. Tapi sekaligus untuk masyarakat luas dalam memghadapi tantangan zaman.

"Dengan imajinasi akan timbul gagasan. Dari gagasan-gagasan inilah nantinya lahir rumusan yang sesui dengan kebutuhan. Tentu akan menjadi masukan untuk kemajuan pendidikan. Terlebih lagi untuk pemerintahan yang lebih baik," ujar Tjahjo.

Tjahjo kemudian menyampaikan kepada peserta yang berasal dari perwakilan guru di kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk tetap berada dalam koridor yang sesuai. Dengan begitu, upaya membangun sistem pendidikan yang lebih baik akan tercapai. Serta akan mengurangi permasalahan yang dapat merugikan subsistem dalam lingkup pendidikan.

Pemerintah sendiri terus berupaya menjaga kualitas pendidikan dengan memberikan beragam keistimewaan. Mulai dari anggaran yang setiap tahunnya memgalami peningkatan, membuat peraturan yang memihak kepada dunia pendidikan, dan lain sebagainya.

Kesejahteraan guru yang belum bisa dikatakan baik masih menjadi tugas bersama yang belum menemui titik terang. "Anggaran pendidikan tiap tahun naik. Tapi kesejahteraan guru belum juga sejahtera," ucap Tjahjo.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up