alexametrics

Menikmati Malam Sambil Berswafoto

1 Desember 2018, 17:25:02 WIB

JawaPos.com – Akhir pekan merupakan waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga, kerabat, dan orang tersayang. Beragam aktivitas pun bisa dilakukan. Mulai jalan-jalan hingga sekadar nongkrong.

Kota Surabaya memiliki segudang tempat yang bisa dimanfaatkan untuk melepas kepenatan. Salah satunya di sepanjang Jalan Tunjungan. Tentu, warga Surabaya sudah akrab dengan kawasan tersebut.

Ruas jalan sepanjang sekitar 3 km tersebut telah menjadi ikon Kota Pahlawan sejak lama. Tak sedikit warga kota maupun pendatang yang memanfaatkan Jalan Tunjungan untuk kongkow.

Jalan Tunjungan Surabaya
Pengunjung Jalan Tunjungan, Surabaya, sedang asyik berswafoto. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

Malam itu, sejumlah warga mulai memadati trotoar di sepanjang Jalan Tunjungan. Semakin larut, warga yang datang kian banyak. Mereka tampak berhenti dan dan memarkir kendaraan di jalan dekat trotoar. Mulai di depan Gedung Siola hingga beberapa meter setelah Hotel Majapahit.

Mayoritas warga yang datang ke Jalan Tunjungan bersama teman, keluarga, atau saudara. Mulai sekadar nongkrong hingga melakukan aktivitas lainnya. Ada pula warga yang tergabung dalam komunitas otomotif, fotografi, Bonekmania, hingga masyarakat umum yang sekadar menikmati jalanan perkotaan.

Lampu jalan berornamen khas abad pertengahan dan tempat duduk yang tersebar di sepanjang trotoar menjadi magnet tersendiri bagi warga. Aktivitas pengambilan gambar pun tak terelakkan.

Tak peduli kamera ponsel tau SLR, warga langsung jeprat-jepret. Desain lampu jalan yang didukung dengan pemandangan sekitar memang apik untuk jadi latar belakang foto. Hal itu seolah menjadi ritual untuk menghormati keindahan Jalan Tunjungan. Namun keramaian di Jalan Tunjungan sejatinya hanya benar-benar terlihat tiap akhir pekan.

Pantauan JawaPos.com, hampir tak ada aktifitas warga di Jalan Tunjungan pada hari biasa. Meski ada beberapa arek Suroboyo yang terlihat nongkrong di pinggir jalan, jumlahnya tidak banyak.

Salah satu pengunjung Jalan Tunjungan adalah adalah Faisal Ilham, 22, warga Jalan Gubeng Kertajaya. Dia terlihat nongkrong di depan Hotel Varna Culture Tunjungan. Saat itu, Faisal sedang asyik mengambil gambar tiga temannya dengan kamera SLR.

“Aku karo arek-arek budal teko omah (kami semua berangkat dari rumah, red). Podo ngejak mrene kabeh (teman-teman mengajakku ke sini),” kata Faisal ditemui JawaPos.com di Jalan Tunjungan.

Soal hobinya di dunia fotografi, Faisal mengaku hanya untuk senang-senang saja. Dia juga tidak punya rutinitas nongkrong tiap akhir pekan. “Kadang suka nongkrong sambil berfoto di Jembatan Surabaya. Biasane, sore jam papat (biasanya, sore sekitar pukul 16.00 WIB, red),” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, pihaknya sudah tahu soal keramaian di Jalan Tunjungan. Meski bukan maksud Pemerintah Kota Surabaya menjadikan Jalan Tunjungan secara spesifik sebagai pusat aktivitas fotografi.

Penataannya sendiri bertujuan menghidupkan kembali kemegahan Jalan Tunjungan. Mulai pada trotoar, fasilitas umum di sekitarnya, hingga keberadaan Satpol PP dan Linmas sebagai tenaga pengamanan. “Harapannya, nggak cuma saat malam hari. Tapi masyarakat (yang lalu lalang di Jalan Tunjungan) juga merasa nyaman saat siang hari,” terang Antiek.

Untuk itu, Disbudpar Surabaya masih mendesain beberapa atraksi tambahan. Tujuannya untuk menghidupkan suasana di Jalan Tunjungan mulai siang hingga malam hari.

Misalnya, beberapa infrastruktur tambahan berupa hiasan berornamen tertentu dan warga yang akan mengisi atau menggelar kegiatan di jalan tersebut. Namun, Antiek masih merahasiakan kegiatan dan infrastruktur apa yang akan ditambahkan di jalan itu.

“Sedang kami konsep. Semoga tahun depan dapat terlaksana. Tapi masih rahasia. Intinya, supaya masyarakat nggak hanya kongkow-kongkow di situ. Tapi juga dapat menikmati suasana yang lain,” ulas Atiek.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (HDR/JPC)

Menikmati Malam Sambil Berswafoto