alexametrics

Marine Police Singapura Tabrak Nelayan Indonesia

1 November 2018, 09:49:36 WIB

JawaPos.com – Seorang nelayan menjadi korban arogansi polisi perairan Singapura. Adalah Dian Marzuki, 28, asal Pulau Lengkang, Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakangpadang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Dian mengalami patah kaki kiri setelah perahu kecilnya ditabrak Marine Police Singapura. Insiden terjadi di perairan internasional atau Out Port Limit (OPL), Rabu (31/10).

Saat ini korban telah mendapat perawatan di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam (RSBP), Kecamatan Sekupang, Batam. Perahu milik korban yang mengalami rusak berat juga telah dibawa menuju Belakangpadang.

Marine Police Singapura
Marine Police Singapura menabrak kapal nelayan Indonesia. (Istimewa)

Camat Kecamatan Belakangpadang Asraf Ali mengaku tidak mengetahui secara pasti kenapa perahu milik Dian sampai ditabrak. Namun apa yang dilakukan petugas negara tetangga itu sangat disayangkan karena mengancam keselamatan orang lain. “Kapal milik nelayan kami pecah. Korban juga mengalami patah kaki. Untung bisa diselamatkan,” kata Asraf ketika dihubungi, Kamis (1/11).

Kapolsek Belakangpadang AKP Ulil Rahim menjelaskan, korban bersama beberapa nelayan memancing ikan di daerah Pulau Sekijang sebelum ditabrak. Perairan tersebut sudah memasuki wilayah laut Singapura.

Melihat adanya kapal patroli Singapura, korban bersama nelayan lain kemudian bergeser menjauh menuju kawasan OPL. Namun kapal patroli tetap melakukan pengejaran hingga akhirnya menabrak perahu berbahan fiber milik Dian yang ketika itu telah berhenti.

Karena mengalami benturan keras, bagian kiri kapal milik Dian rusak parah. Sementara korban terpental ke laut dengan luka di bagian punggung dan mengalami patah di kaki kirinya. Beruntung ada nelayan lain yang langsung menolong Dian. “Karena sudah berada di OPL, korban berhenti. Tapi tetap ditabrak,” beber Ulil.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (bbi/JPC)

Copy Editor :

Marine Police Singapura Tabrak Nelayan Indonesia