alexametrics

Jannatun Korban Lion Air JT-610, Terkenal Jago Matematika

1 November 2018, 11:22:21 WIB

JawaPos.com – Jannatun Cintya Dewi menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Jenazah korban telah tiba di rumah duka, Dusun Prempon, Desa Suruh, Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Kamis (1/11) pukul 06.00 WIB. Keluarga, saudara, rekan kerja dan pelayat lain sempat menyalatkan jenazah di rumah duka.

Usai menyalatkan Jannatun sejenak, mereka lalu mengantar jenazah ke Makam Desa Suruh pukul 07.30 WIB. Tak hanya bacaan doa-doa yang mengiringi jenazah korban Lion Air JT-610 itu. Tangis orang tua dan saudara dekat pun mengiringi kepergian Yayas (sapaan akrab Jannatun sejak kecil) ke liang lahat.

Surtiyem, Ibunda Yayas, sempat pingsan saat melihat putri sulungnya dibawa ke makam. Kesedihan mendalam juga masih tampak pada raut wajah Bambang Supriyadi, Ayah Yayas. Sesekali, dia menunduk sambil membaca doa bagi arwah putrinya.

Bambang mengenang putri kebanggaannya semasa menjadi siswa di SMAN 1 Sidoarjo. Putri sulungnya itu memang masuk kelas akselerasi sejak pertama masuk sekolah.

Tak sia-sia Bambang menyekolahkan Yayas hingga tergabung dengan siswa lain di kelas akselerasi. Menurut Bambang, putrinya paling suka dengan pelajaran IPA.

“Terutama Matematika. Nilaine mboten enten sing ngisore wolu (Nilainya tidak ada yang di bawah 8, red). Matematikane mesti entok satus (Nilai matematikanya selalu dapat seratus),” kata Bambang di rumah duka.

Saat ini, kegeniusan Yayas tinggal kenangan. Bambang mengaku tidak punya firasat apa-apa sebelum musibah jatuhnya Lion Air JT-610 menimpa putrinya. Bahakn beberapa hari sebelum kejadian, Bambang mengaku sempat berkomunikasi dengan putrinya.

“Tapi komunikasi normal. Biasanya selang 3 atau 5 hari nggak ketemu, pasti komunikasi. Nggih, saya bilang jangan lupa makan, jangan lupa sembayang,” tutur Bambang.

Sementara itu, Guru Bahasa Inggris SMPN 2 Sukodono Sutri Winurati menuturkan, Yayas tergabung dalam kelas 8a. Itu adalah kelas unggulan. Dia dan para guru lain menganggap Yayas mumpuni pada hampir semua mata pelajaran.

“Semua menonjol. Terutama bahasa Inggris dan Matematikanya. English speaking-nya fluent (fasih) sekali. Kami pernah bikin operet bareng untuk ngisi acara di sekolah dalam bahasa Inggris. Makanya di SMAN 1 Sidoarjo, dia bisa masuk kelas akselerasi,” ungkap Sutri.

Wakil Kepala Taspen Surabaya Sri Handariyanto menambahkan, pihaknya akan mengurus semua hak kepegawaian Yayas selama bekerja di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Yakni, terdiri atas hak hari tua dan asuransi kematian.

Rencananya, pengurusan dilakukan setelah suasana duka berlalu. Namun, Handariyanto belum dapat menyebut nominal. Sebab jumlahnya masih harus melalui tahap penghitungan.

“Nggak ada penghitungan berapa lama masa pengabdiannya. Tapi berdasarkan perhitungan khusus. Namanya, meninggal aktif. Itu berbeda dengan dana pensiun,” terang Handariyanto.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (HDR/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Jannatun Korban Lion Air JT-610, Terkenal Jago Matematika