alexametrics

Ribuan Narapidana Kabur Pascagempa, Begini Kondisi Lapas Di Sana

1 Oktober 2018, 14:17:34 WIB

JawaPos.com – Sebanyak 1.425 orang narapidana melarikan diri saat terjadinya gempa bumi berkekuatan 7,7 skala richter (SR) disertai gelombang tsunami di Sulawesi Tengah. Kondisi lapas di Sulawesi Tengah juga mengalami over kapasitas.

Hal itu diakui Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami. Sri mengatakan sebelum peristiwa gempa, rutan dan lapas Sulawesi Tengah diisi oleh 3.220 narapidana.

“Kalau melihat kapasitas dan isinya memang over kapasitas,” kata Sri Puguh di Kantor Ditjen Pas, Jalan Veteran I, Jakarta Pusat, Senin (1/10).

Dia menjelaskan, unit pelaksana tugas (UPT) pemasyarakatan yang terdampak gempa di Sulteng adalah Lapas Palu, Rutan Palu, Rutan Donggala, Cabang Rutan Parigi, Rutan Poso, Bapas Palu, LPKA Palu dan LPP Palu.

Sri lantas merinci kondisi lapas di sana. Lapas Palu misalnya, yang memiliki kapasitas 210 dihuni oleh 581 narapidana. Kemudian, Rutan Palu yang memiliki kapasitas 120 orang dihuni 463 tahanan.

Selanjutnya, Rutan Donggala yang dihuni 333 narapidana, pada pagi hari ini tak ada tahanan yang berada di dalam lapas atau kosong.

“Untuk LPP kapasitas 100 diisi 84 warga binaan plus tiga bayi, hari ini ada sembilan warga binaan. Sementara LPKA kapasitas 100, isi 29 warga binaan, yang ada lima warga binaan,” ucapnya.

Sri mengakui kondisi Rutan dan Lapas di Indonesia mengalami over kapasitas. Namun terdapat empat provinsi yang diklaim tidak mengalami over kapasitas.

“Soal over kapasitas memang seluruh lapas over capacity, hanya 4 provinsi yang tidak, yakni DIY, Ternate, Papua, kemudian Sulawesi Barat,” pungkasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : (rdw/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Ribuan Narapidana Kabur Pascagempa, Begini Kondisi Lapas Di Sana