JawaPos Radar

Selewengkan Pupuk Subsidi, Tiga Warga Sungai Raya Dibekuk

01/09/2018, 05:50 WIB | Editor: Estu Suryowati
Selewengkan Pupuk Subsidi, Tiga Warga Sungai Raya Dibekuk
ILUSTRASI. Tiga orang tersangka di Bengkayang diamankan lantaran menyalahunakan distribusi pupuk bersubsidi. (dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Anggota Polsek Sungai Duri bersama Satintelkam Mabes Polri berhasil mengungkap penyelewengan pupuk bersubsidi yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) di kawasan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Dalam penggerebekan yang dilakukan Kamis (30/8), tim gabungan berhasil mengamankan tiga tersangka berinisial NY, JL dan PH serta barang bukti pupuk bersubsidi merek Ponska dan Urea kurang lebih 1 ton.

Kapolsek Sungai Duri, AKP Syaiful Bahri membenarkan pengungkapan penyelewengan perdagangan pupuk bersubsidi ini. "Kasus ini berhasil diungkap berdasarkan laporan masyarakat yang menyebutkan di salah satu gudang di Desa Sungai Raya terdapat pupuk bersubsidi yang diduga untuk dijual di atas HET," jelasnya dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Sabtu (1/9).

Dari laporan tersebut, pihaknya melakukan serangkaian penyidikan dan penyelidikan. "Kami lakukan penggerebekan. Dan ternyata benar di salah satu gudang milik terduga didapatkan pupuk bersubsidi yang dijual," ujarnya.

Ia menuturkan, ketiga tersangka yang terlibat ini diamankan lantaran telah melanggar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permedagri) Tahun 2015 dan 2013 tentang Penyelewengan dan Penyalahgunaan Fungsi untuk Sektor Pertanian.

"Yang jelas ketiga tersangka ini kita amankan lantaran telah menjual pupuk bersubsidi dengan harga di atas HET, dan menjual pupuk bersubsidi di luar wilayahnya," katanya.

Syaiful mengungkapkan, tersangka menjual pupuk bersubsidi jenis Ponska ukuran 50 kilogram dengan harga Rp 2.540 per kilogram. Padahal HET-nya hanya Rp2.300.

Sedangkan pupuk Urea dijual dengan harga Rp 2.000. Padahal harga HET-nya hanya Rp 1.800 per kilogram.

Lebih lanjut Syaiful mengatakan, menurut keterangan ketiga tersangka, aksi mereka telah dilakukan kurang lebih setahun belakangan ini.

"Ini akan tetap dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Nantinya kasus ini akan kita serahkan ke Sat Reskrim Polres Bengkayang untuk dilakukan penyelidikan. Dan akan kami panggil pihak-pihak yang bersangkutan serta saksi ahli terkait pupuk bersubsidi ini," terangnya.

Hingga kini barang bukti beserta ketiga tersangka masih diamankan dan ditahan di Mapolsek Sungai Duri.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up