Plt Wali Kota Malang Diperiksa KPK Selama 5 Jam

01/09/2018, 01:00 WIB | Editor: Budi Warsito
Plt Wali Kota Malang, Sutiaji saat menghadiri pemeriksaan di Polres Malang Kota, Jumat (31/8). (Fiska Tanjung/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015 sepertinya semakin meluas. Tak hanya anggota DPRD Malang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut ada tujuh tersangka baru dalam kasus ini. Tim penyidik pun terus melakukan pemeriksaan ke sejumlah saksi. Tak terkecuali Plt Wali Kota Malang, Sutiaji.

Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi ini dimulai pada hari ini, Jumat (31/8) dan digelar di ruang Bhayangkari Polres Malang Kota. Plt Wali Kota Malang, Sutiaji pun masuk dalam deretan saksi yang diperiksa penyidik. Wali Kota Malang terpilih periode 2018-2023 itu datang ke Polres Malang Kota pada pukul 14.14 WIB.

Dengan mengenakan pakaian batik, Sutiaji dengan santai memasuki ruang pemeriksaan. Bahkan, sembari menunggu giliran diperiksa, laki-laki berkacamata itu juga sempat menemui awak media yang berada di luar. Ya, pada kesempatan yang sama, juga terdapat 13 orang lainnya yang turut diperiksa.

Sutiaji mengatakan, kedatangannya tersebut sebagai saksi kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Dia mengaku, mendapat pertanyaan dari penyidik terkait hubungannya dengan pihak yang bersangkutan dengan kasus tersebut.

"Ditanya kenal apa tidak dengan yang bersangkutan. Banyak orang, yang (termasuk) tersangka itu," kata dia. Sutiaji juga mengatakan jika dirinya ditanyai tentang tiga dakwaan, yakni terkait uang pokir, uang 1 persen, serta "sampah".

Namun diluar dugaan, Sutiaji rupanya juga ditanya terkait dana kampanye pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2018 kemarin. "Karena saya jadi (terpilih sebagai Wali Kota), terus ditanya dana kampanyenya itu. Saya sampaikan dana kampanye darimananya," kata dia.

Menurutnya, pertanyaan tentang dana kampanye tersebut terkait pemenangannya dalam Pemilu Kota Malang 2018.

Sebelumnya, rumah dinas Sutiaji juga sempat di geledah oleh tim KPK. Dia pun tidak mengelak akan hal tersebut. "Ya wajar kalau soal penggeledahan. Masak yang lainnya diperlakukan (rumah digeledah), saya tidak diperlakukan yang sama," kata dia.

Dia mengungkapkan, dari penggeledahan itu, tim KPK membawa sejumlah berkas seperti dokumen gaji, honor, sama dana kampanye. "Dana kampanye itu kaitannya dengan sumber. Dirumah kan ada dokumen itu, terus ikut disita," pungkasnya.

Sutiaji menjalani pemeriksaan tersebut selama kurang lebih 5 jam. Tim penyidik pun masih akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi lain pada esok hari.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi