JawaPos Radar

Meriahnya Festival Riam Solakng

01/09/2018, 05:10 WIB | Editor: Estu Suryowati
Meriahnya Festival Riam Solakng
ATRAKSI. Salah satu atraksi yang dilakukan oleh kelompok pemuda Kabupaten Landak di Festival Riam Solakng, Dusun Petai Bejamu, Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila, Jumat (31/8). (Antonius/Rakyat Kalbar/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Ribuan warga berdatangan menyaksikan Festival Riam Solakng 2018, di Dusun Petai Bejamu, Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila, Jumat (31/8). Riam Solakng, sebuah potensi wisata Kalbar yang layak dikembangkan lebih jauh.

"Saya memandang bahwa kegiatan ini sangat penting, untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi wisata yang kita miliki," ucap Wakil Bupati (Wabup) Herculanus Heriadi dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Sabtu (1/9).

Festival besutan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Landak ini memang dibuka langsung oleh Wabup. Lomba kuliner tradisional, lomba solo, lomba fotografi dan lomba sumpit, dikemas dalam festival tersebut.

Meriahnya Festival Riam Solakng
OBJEK WISATA LANDAK. Riam Solakng (dok. Rakyat Kalbar/Jawa Pos Group)

"Saya sangat mendukung penyelenggaraan Festival Riam Solakng ini, karena rangkaian kegiatan ini berpengaruh signifikan terhadap pengembangan destinasi tujuan wisata dan meningkatkan perekonomian masyarakat serta bisa memberdayakan masyarakat di kawasan objek wisata," paparnya.

Heriadi pun memuji seluruh panitia yang telah membuat festival ini terlaksana dengan baik dan lancar. Dia menambahkan, banyak tempat wisata di Landak. Mulai dari wisata alam, wisata sejarah, hingga wisata budaya.

Dia berharap, Festival Riam Solakng ini dapat menjadi salah satu sarana menggali, mengenalkan, memasyarakatkan, dan mengukuhkan eksistensi pariwisata Landak. "Dengan demikian pariwisata yang terdapat di Landak akan semakin berkembang, dan objek wisata kita akan semakin dikenal oleh para wisatawan, tidak hanya itu, bahkan mampu menjadi daya tarik bagi negara lain," papar Heriadi.

Ia pun menegaskan, penyelenggaraan festival tersebut seharusnya menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama. Bukan hanya pemerintah daerah maupun panitia penyelenggara, melainkan juga para pelaku pariwisata dan masyarakat Landak.

"Kegiatan ini benar-benar dapat menyentuh masyarakat dan berdampak positif bagi kemajuan daerah dalam wujud peningkatan kunjungan wisata," ucapnya.

"Meskipun festival ini masih tergolong festival lokal, ke depannya kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan sehingga event ini bisa menjadi besar," pungkasnya.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up