Kejar 17 Juta Wisman, Kemenpar Gandeng 15 Airlines

01/09/2018, 11:40 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti ketika menjelaskan strategi pencapaian target 17 juta wisman. (Bobi Bani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menghadapi tantangan menghadirkan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2018. Dalam prosesnya, Kemenpar menjalankan tiga strategi khusus untuk memenuhi target tersebut.

“Untuk mencapai target tersebut diperlukan strategi marketing khusus," kata Kepala Biro Komunikasi Publik (Komblik) Kemenpar Guntur Sakti dalam workshop sosialisasi kebijakan Kemenpar di Radisson Hotel, Sukajadi, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (31/8) malam.

Salah satu strateginya adalah menjalin kerja sama dengan airlines. Saat ini, Kemenpar telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan 15 airlines dan 8 wholesaler.

Seperti diketahui, 75 persen wisman ke Indonesia melalui konektivitas udara. Baik regular maupun chartered flight. Selain itu, pola pembelian paket wisata ke Indonesia dilakukan melalui wholesaler dan retailers.

Pada pasar-pasar tertentu, pembelian paket wisata melalui wholesaler sangat dominan. Sehingga meningkatkan kerja sama promosi terpadu pada kedua mitra (airlines dan wholesaler) merupakan hal yang sangat strategis.

"Melalui kerja sama ini dilakukan promosi terpadu bersama-sama dalam bentuk sales mission, trade show, festival, Fam Trip, publikasi dan pemberian insentif," terang Guntur.

Strategi kedua melalui Visit Wonderful Indonesia (Viwi)-Hot Deals. Program ini sebagai upaya mengoptimalkan kapasitas yang menganggur atau optimizing idle capacity. Hotl Deals dengan kata lain less for more tourism dilaksanakan untuk mengoptimalkan kapasitas yang tidak terpakai (idle capacity).

Kemudian strategi ketiga adalah Competing Destination Model (CDM). Program ini sebagai customer acquisition atau mengakuisisi pelanggan dengan metode yang dilakukan penyedia platform data driven marketing. Yakni, mengarahkan calon wisatawan mancanegara yang sudah memiliki tujuan wisata ke destinasi tertentu.

Dengan CDM, memungkinkan untuk mengambil data trevellers dari berbagai sumber online, profiling dan segmentasi data travellers. Sekaligus menargetkan travellers dengan kampanye iklan yang customized dan targeted. Dengan program ini ditargetkan terjadi penambahan satu juta wisatawan. "Jadi CDM ini menjadi penggoda wisatawan untuk beralih datang ke Indonesia," tutur Guntur.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi