JawaPos Radar

Bobol Atap, 3 Pencuri Benda Sejarah Vihara Diamankan Polisi

01/09/2018, 21:22 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pencuri Benda Bersejarah
INTEROGASI: Satu dari tiga pelaku pencurian benda sejarah diinterogasi petugas di Mapolsek Lemahwungkuk, Sabtu (1/8). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Komplotan pelaku pencurian benda bersejarah di Vihara Dewi Welas Asih, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon tertangkap saat hendak beraksi, Sabtu (1/9). Petugas kepolisian yang mengintai pergerakan pelaku dari rekaman CCTV langsung menangkap ketiga pelaku yang hendak mencuri kotak dana vihara. Tanpa kompromi, ketiga pelaku langsung digelandang di Mapolres Cirebon Kota.

Melalui rekaman CCTV, diketahui ketiga pelaku sedang melancarkan aksinya dengan mencongkel kotak dana vihara pada Sabtu (1/8) dini hari. Di tengah aksinya, komplotan spesial pencuri itu langsung dibekuk petugas. Ketiga pelaku berinisial M, S dan N hanya bisa pasrah saat tertangkap basah oleh petugas yang sudah diincar polisi itu.

Pengurus Vihara Welas Asih, Hendro Susilo mengatakan, ketiga pelaku tersebut merupakan spesialis pencurian benda bersejarah. Gerak-geriknya sudah diincar oleh petugas kepolisian karena pernah melakukan pencurian di tiga vihara berbeda.

Dia mengatakan, ketiga pelaku beraksi dengan cara masuk melalui atap belakang bangunan yang berusia lebih dari 400 tersebut. Sebelum mencongkel kotak amal, ketiga pelaku juga sempat merusak dua CCTV yang berada di tengah vihara.

Saat ketiga pelaku beraksi, pengurus Vihara langsung menghubungi Kepolisian Sektor Lemahwungkuk. Tak menunggu lama, para pelaku itu langsung dibekuk dan akhirnya tak berkutik. "Kami awasi dulu dari CCTV. Kemudian, langsung teleon polisi. Mereka langsung ditangkap basah," ujarnya di Vihara Welas Asih, Minggu (1/8).

Ketiga pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Lemahwungkuk Polres Cirebon Kota. Dari keterangan awal, pelaku merupakan pencuri spesialis benda-benda bersejarah milik etnis Tionghoa. Diketahui, mereka sudah melancarkan aksinya di tiga vihara berbeda.

Dari tangan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa obeng pencongkel dan alat lainnya. Petugas masih mencari sejumlah benda yang telah dijual pelaku diantaranya Hiolo Jangkar, Altar Chen Foo Cung dan Kotak Dana.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dengan mendalami keterangan para tersangka maupun saksi-saksi dari sejumlah vihara yang pernah dicuri komplotan ini," ujar Kapolsek Lemahwungkuk, Iptu Tarsiman.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga pelaku dijerat pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman maksimal 7 tahun kurngan penjara.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up