JawaPos Radar

Pakde Karwo Usulkan Sebagian Dana Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat

01/08/2018, 20:23 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pakde Karwo
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo saat menghadiri acara Sarasehan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa Wilayah Kerja Balai Besar Pemerintahan Desa di Gor Ken Arok Kota Malang, Rabu (1/8). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengusulkan penggunaan dana desa sebanyak 50 persen untuk digunakan sebagai pemberdayaan masyarakat, di samping penggunaan untuk infrastruktur seperti saat ini. Dengan begitu, dana desa ini akan dapat mensejahterakaan masyarakat desa. 

Laki-laki yang akrab disapa Pakde Karwo itu mengatakan, pada tahun 2018 ini, alokasi dana desa di Jawa Timur sebesar Rp 6,3 triliun. Hingga tanggal 30 Juli lalu, dana yang telah masuk ke rekening kas umum yakni sebesar Rp 1,2 trilun. 

Dia mengungkapkan, pelaksanaan pembangunan desa saat ini belum sesuai harapan. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh kualitas maupun kapasitas aparatur pemerintah desa dan masyarakat masih perlu digali. 

"Kualitas maupun sistem dalam bentuk peraturan desa terkait berbagai sasaran yang ingin dicapai perlu penggalian dan peningkatan, sebagai langkah kesejahteraan masyarakat," ujarnya saat menghadiri acara Sarasehan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa Wilayah Kerja Balai Besar Pemerintahan Desa di Gor Ken Arok Kota Malang, Rabu (1/8).

Oleh karena itu, dirinya mengusulkan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, agar ada porsi 50 persen dalam rangka pemberdayaan dan pengembangan masyarakat desa. Sementara 5 persennya untuk keperluan infrastruktur. 

Untuk itu, lanjutnya, kepala desa harus mampu mendorong desa untuk membuat program ekonomi produktif dengan melibatkan seluruh perangkat dan potensi desa. Selain itu, BUMdes juga harus memiliki program-program peningkatan ekonomi produktif sehingga masyarakat di desa berkembang menjadi lebih baik. 

Pakde Karwo menambahkan, pelaksanaan dana desa di Jatim sendiri pada tahun 2017 mendapat alokasi dana sebesar Rp 6,33 trilliun untuk 7.724 desa di Jatim. Desa-desa tersebut berada di 29 kabupaten dan satu kota, yakni Kota Batu. 

Sementara itu, sampai dengan Bulan Desember 2017, telah terealisasi ke rekening kas umum daerah sebesar Rp 6,32 triliun atau 99,96% yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat desa.

Dana tersebut dipergunakan untuk pembangunan sarana prasarana desa sebesar 88,44 persen, atau sebesar Rp. 3,91 triliun, pemberdayaan masyarakat 6,5 persen atau sebesar Rp 287 miliar, penyelenggaraan pemerintahan desa sebesar 4,05 persen atau Rp 179 miliar dan pembinaan kemasyarakatan sebesar 0,96 persen atau Rp 42 miliar.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up