JawaPos Radar

Kisah Bayi Dibuang di Tallasa City, Kini Jadi Rebutan Adopsi

01/08/2018, 15:44 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
bayi tallasa city, bayi dibuang, bayi tallasa makassar
Ilustrasi: bayi. Bayi yang dibuang di Tallasa City kini jadi rebutan adopsi. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Tubuh bayi itu masih kemerahan. Ada bekas gigitan nyamuk. Bayi perempuan itu ditinggal di pos sekuriti Tallasa City, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea. Sendirian. Hanya beralaskan sarung dan sehelai kain hitam. Lalu-lalang kendaraan meredam tangis bayi perempuan itu.

Pukul 09.00 Wita, Selasa, 31 Juli. Supriadi M, sekuriti Tallasa City, orang yang paling pertama mendengar suaranya. Dia sedang berpatroli pagi itu.

Pandangannya memutar. Mencari-cari sumber suara bayi. Lalu, perhatiannya tertuju pada bungkusan sarung dan kain di dalam posnya sendiri.

Supriadi mendekat, lalu menyentuhnya. Bayi itu masih sehat. Hanya saja, terlihat kedinginan. Supriadi membungkusnya lebih rapat. "Sungguh tega orang tua yang membuangnya," geram Supriadi sebagaimana dikutip dari FAJAR (Jawa Pos Group), Rabu (1/8).

Bayi itu sungguh menggemaskan. Dia menduga, sang bayi diletakkan di pos pada malam hari. Mungkin tengah malam. "Karena di sini tidak ada yang jaga kalau malam," beber pria kelahiran Makassar, 3 Juli 1995 itu saat ditemui di Pos Induk Sekuriti Tallasa City.

Supriadi segera merogoh ponsel. Menelpon Chief Security Tallasa City, Brigpol Muh Yusuf. Disepakati, bayi dibawa ke Puskemas Tamalanrea.

Hanya saja, Spuriadi berat melepas sang bayi. Sangat ingin memilikinya. Apalagi, baru bulan lalu bayinya meninggal. Dia masih merasa kehilangan.

"Rencana saya mau adopsi itu bayi jika dibolehkan. Saya dengan istri mau sekali, walaupun saya harus kerja keras membelikannya susu dan popok. Sedih sekali melihatnya," beber suami Mulyana itu.

Pukul 10.00, bayi sudah di Puskesmas Tamalanrea. Para pegawai sangat senang menyambutnya. Bergantian mereka menggendong. Namun, lebih sering digendong oleh drg Murni di salah satu ruangan.

"Uuuhhhh, imutnya ini bayi. Cantiknya. Lucunya, bikin gemes deh," kata pegawai puskesmas. "Orang tua bayi ini mau enak saja, tetapi tidak mau bertanggung jawab," timpal seorang pegawai laki-laki.

Usai menimbang, petugas Puskesmas Tamalanrea, dr Rahmawati, menyebut, berat bayi 2,5 kilogram. Panjangnya 43 cm. Diperkirakan lahir dua hari lalu. Tali pusarnya sudah dipotong dan sudah kering.

Kedatangan bayi itu menjadi kegembiraan tersendiri di Puskesmas. Mereka ramai-ramai memberi nama. "Namanya Citra Daeng Tallasa karena di Tallasa City ditemukan. Tallasa juga artinya hidup," beber Rahmawati.

Kini, bayi perempuan itu akan diambil alih oleh Dinas Sosial (Dinsos) Makassar. Akan tetapi, tak sedikit orang yang mau mengadopsinya. Selain Supriadi dan Rahmawati, pegawai lainnya pun mau. "Banyak yang mau adopsi ki. Saya juga mau," aku Rahmamati yang juga suami dari legislator DPRD Sulsel, Selle KS Dalle itu.

Kapolsek Tamalanrea Kompol Syamsu Bachtiar mengaku masih menyelidiki penemuan bayi ini guna mencari tahu orang tuanya.

(fab/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up