JawaPos Radar

Kabut Asap Makin Tebal, Warga Diimbau Pakai Masker

01/08/2017, 15:04 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Kabut Asap Makin Tebal, Warga Diimbau Pakai Masker
Ilustrasi (Dok JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kota Pontianak dan sekitarnya kembali diselimuti kabut asap sepekan terakhir. Bencana tahunan musim kemarau ini membuat tidak nyaman saat berkendara. Pantauan di jalan-jalan, beberapa pengendara roda dua telah mengenakan masker.

Demi keamanan di jalan raya, Satuan Lalu Lintas Polresta Pontianak pun mengimbau pengemudi menyalakan lampu pada siang hari yang bertujuan untuk membantu penglihatan. "Melihat perkembangan (kabut), jika mengganggu jarak pandang sebaiknya nyalakan lampu pada siang hari," tutur Kompol Syarifah Salbiah, Kasat Lantas Polresta Pontianak, dihubungi Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Senin (31/7).

Ketidaknyamanan tidak hanya terbatasnya jarak pandang, kondisi udara yang buruk ini menggangu pernapasan saat berkendara atau sedang di luar. Salbiah meminta pengendara roda dua mengenakan masker saat mengemudi. Pihaknya juga terus memantau kondisi lalu lintas, anggotanya ditempatkan di jalan yang merupakan titik terparah akibat jerebu.

Kabut Asap Makin Tebal, Warga Diimbau Pakai Masker
KARHUTLA. Bekas lahan yang terbakar di Landak, beberapa waktu lalu. (Rakyat Kalbar/JawaPos.com)

"Ada rencana nanti Polwan akan turun di strong point (titik parah) sambil bagi-bagi masker," ucapnya.

Kepala Penerangan Kodam XII/Tpr, Kolonel Tri Rana Subekti mengatakan, upaya menanggulangi bencana Karhutla, pihaknya menyiapkan seluruh jajaran komando operasinya mulai tingkat Koramil sampai atasnya Korem.

"Ada Posko Karhutla yang kita perintahkan untuk segera memanggulangi kebakaran agar tidak meluas," tuturnya.

Personil TNI Angkatan Darat yang ditugaskan itu berkerja sama dengan masyarakat, Manggala Agni, serta kepolisian. "Tugas mereka juga mengejar dan menangkap pelaku pembakaran hutan, untuk dilajutkan proses hukum yang berlaku," pungkas Tri Rana.

Titik api memang terlihat di hampir semua kabupaten dan kota di Kalbar. Sejak 23 – 29 Juli 2017, di Landak terdapat 33 titik api yang terpantau satelit NOAA dan Modis. Data ini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Dari 33 titik api tersebut terdapat di Kecamatan Air Besar sebanyak 13 titik, Ngabang 6 titik, Mempawah Hulu 4 titik, Mandor 2 titik, Sebangki 1 titik, Menjalin 1 titik, Sebangki 1 titik, Jelimpo 3 titik, Kuala Behe 1 titik dan Meranti 2 titik. Menurut, M. Ivan Zulfisani, Kasi Evaluasi Perencanaan Laporan BPBD Landak, titik api tersebut bersumber dari pembukaan lahan atau ladang masyarakat petani yang jumlahnya tidak lebih dari 2 hektar dalam satu titik.

"Untuk menyikapi terpantau nya titik api, kami dari BBPD Landak melakukan langkah dengan rapat koordinasi Karhutla,” ungkapnya.

Dalam koordinasi ini, dipersiapkan perubahan status siaga menjadi tanggap darurat. Selanjutnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Intinya, jangan melakukan pembakaran dalam pembukaan lahan atau ladang sehingga tidak menimbulkan titik api.

"Kami juga akan meminta data-data dengan tim dari Manggala Agni di Pontianak," pungkas Ivan.

Di Singkawang, Kepala BPBD setempat, Burhanuddin mengungkapkan bahwa saat ini belum ada tanda-tanda kebakaran lahan yang signifikan lantaran beberapa waktu terakhir turun hujan. “Memang beberapa waktu lalu terjadi kebakaran lahan, tapi tidak meluas dan dengan penuh kesigapan aparat bersama Manggala Agni, kebakaran lahan dapat dikendalikan,” ujar Burhanuddin, Senin (31/7).

Dia menjelaskan, kebakaran lahan memang terjadi di kawasan yang memang berpotensi seperti di Kecamatan Singkawang Utara dan Kecamatan Singkawang Timur. “Kalau kebakaran lahan di Singkawang Utara seperti di Naram dan kalau di Singkawang Timur seperti di Maya Sofa,” katanya.

“Kebakaran lahan beberapa tahun ini memang dapat dikendalikan, bila dibandingkan tahun sebelumnya karena sinerginya penanganan penanggulangan kebakaran lahan hingga ditingkat bawah,” sambung dia.

Burhanuddin berharap kebakaran lahan tidak terjadi, dan untuk itu perlu dukungan semua pihak dalam penanggulangan kebakaran lahan. “Apabila mulai timbul kebakaran lahan, maka masyarakat juga dapat melakukan pemadaman terutama di areal lahan milik mereka, sehingga kebakaran lahan tidak meluas,” pungkasnya.

Di selatan Kalbar, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara akan mendapatkan bantuan satu unit speedboat dari BNPB. Kepala BPBD Kayong Utara, Tri Yanto menyatakan, dengan adanya bantuan satu unit speedboat ini, akan sangat membantu kerja pihaknya mengatasi Karhutla.

“Rencananya minggu ini saya ingin ke BNPB,karena ada bantuan speedboat, kalau tidak salah mesinnya 15 PK x 2, makanya dalam waktu dekat ini saya ingin membereskan bantuan itu,” terangnya.

Speedboat ini nantinya akan membantu proses penanggulangan bencana di wilayah perairan Kayong Utara, dimana 60 persen wilayahnya merupakan perairan, sedangkan 40 persen daratan.

“Saat ini kita belum ada kendaraan jalur air, nantinya speedboat tersebut untuk proses evakuasi di jalur air. Kalau masalah nilai speedboat tersebut, sampai saat ini saya belum tahu berapa, nanti tertuang setelah ada berita acara serah terima,” tutur Tri.

Ia menyebut, walaupun Kayong Utara tidak luas namun wilayahnya sangat sulit dijangkau. Untuk itu dirinya telah mengajukan kepada Pemkab Kayong Utara untuk dibentuk Unit Pembantu Tugas (UPT) di beberapa kecamatan. Demi efektivitas dan efisiensi penanggulangan bencana.

“Seperti di kecamatan Teluk Batang sangat perlu dibentuk UPT, karena apabila kita ke Teluk Batang dengan kondisi mobil berisi air, mobilkan bisa cepat, begitu juga dengan kecamatan lainnya. Apalagi masyarakat kita ini, ada beberapa yang tidak peduli bunyi sirine ketika di jalan. Kita mau cepat, orang kita suruh minggir malah dia balik yang marah kita,” paparnya.

Selain itu, ia mengharapkan kerja sama semua lapisan masyarakat memantau titik api. Berjaga-jaga karena angin cukup kencang dan panas sudah berlangsung kurang lebih sepekan. Hal ini cukup mengancam Karhutla di lahan gambut.

(fab/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up