JawaPos Radar

Nakhoda Kapal TKI Maut Hilang

01/07/2018, 05:55 WIB | Editor: Estu Suryowati
Nakhoda Kapal TKI Maut Hilang
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian (kiri) saat memberikan tongkat dan serthijab jabatan kepada Kapolda baru Kalimantan Utara Brigjen Pol Drs. Indrajit, S.H. di Mabes Polri Jakarta, Kamis (15/3). (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) turut melakukan penyelidikan atas kecelakaan laut yang terjadi antara dua speedboat di Perairan Sei Nyamuk, Sebatik Timur, pada Jumat (29/6). Penyelidikan itu dilakukan guna memastikan penyebab kecelakaan maut yang menelan lima korban jiwa.

Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Oleh karenanya ia belum dapat menyampaikan hal-hal yang lebih teknis. Dia menyebut, ada informasi bahwa jalur yang ditempuh tersebut merupakan jalur ilegal.

"Saya belum bisa menyatakan penumpang yang dibawa itu adalah TKI ilegal, atau jalurnya ilegal. Sebab sejauh ini masih ada kegiatan penyelidikan, artinya kasus ini kita back up untuk ditangani," ucapnya saat dikutip dari Radar Tarakan (Jawa Pos Grup), Minggu (1/7).

Disinggung mengenai adanya unsur kelalaian dari pihak terkait di Malaysia, dirinya enggan berkomentar lebih jauh. Ia pun belum bisa memberikan informasi mengenai kemungkinan korban lain ataupun korban hilang.

"Oleh karena itu kami lakukan penyelidikan dan pemeriksaan," sebutnya.

Ditambahkan, nakhoda dari speedboat yang mengalami kecelakaan itu sejauh ini belum dapat dimintai keterangan. Nakhoda hilang.

"Apakah tenggelam atau melarikan diri, kami belum dapat pastikan, yang jelas masih dilakukan pencarian juga," sebutnya.

Mengenai pandangannya melihat speedboat berangkat malam untuk menghindari pemeriksaan, ia katakan dalam hal ini yang lebih utama adalah koordinasi. Apalagi ini melibatkan negara lain. Koordinasi akan dilakukan Polres Nunukan dengan aparat berwenang di Tawau, Malaysia.

"Kami ada aturan dan pihak Tawau (Malaysia, Red) juga harus mematuhinya. Artinya jangan diberangkatkan jika berangkat malam," sebutnya.

Pihaknya akan melakukan kegiatan patroli perairan, utamanya di malam hari. Hal tersebut dikarenakan terungkap fakta bahwa pada malam hari ada kegiatan transportasi laut yang dilakukan. "Nanti Polair akan melakukan giat patroli," sebutnya.

Mengingat speedboat mulai berangkat dari Tawau, sehingga sulit diketahui apa saja yang dilakukan dalam menjaga keselamatan berlayar. Jika dari Indonesia atau di Kaltara sendiri, kata Indrajit, sudah tentu pihak penyelenggara, pemilik speedboat dan nakhoda melaksanakan hal-hal yang harus dipatuhi dengan mengedepankan tri siap.

"Pertama armada harus siap, artinya apa harus laik jalan, memiliki life jacket dan peralatan lainnya. Ada pintu darurat dan sebagainya," sebutnya.

Kedua, kata dia, nakhoda juga harus siap. Baik kesehatannya dan lainnya. Artinya yang bertugas tidak boleh dalam kondisi lelah pada saat mengoperasikan armadanya.

"Yang ketiga, siap akan aturan, jika misalkan penumpang harusnya 17 orang saja, ya tidak boleh lebih. Siap akan aturan lainnya," bebernya.

Selain itu, yang terlibat dalam pelayaran juga harus siap memberikan petunjuk bagi mereka yang menumpang pada armadanya. Termasuk kesiapan saat mulai berlayar hingga menuju lokasi tujuan.

"Misalkan cuaca buruk, KSOP harus berani menyatakan tidak boleh berangkat," sebutnya.

Tri siap tersebut juga terus disosialisasikan untuk meminimalisir atau bahkan tidak terjadi kecelakaan laut di Kaltara. Baik kepada pemilik, nakhoda hingga penyelenggara dan masyarakat.

"Masyarakat jangan merasa gerah jika diperintahkan menggunakan life jacket. Contoh kecelakaan di Danau Toba, jika semua menggunakan life jacket kemungkinan tidak banyak korban, untuk itu jangan anggap remeh terhadap penggunanaan life jacket," sarannya.

Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi, S.IK menanggapi, pihaknya hingga kini masih melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut. Ia memastikan akan dilakukan pemeriksaan terhadap pihak yang bertanggungjawab dalam kejadian tersebut.

Sementara, Kapolsek Sebatik Timur AKP Oman mengatakan pihaknya masih mendalami serta memintai sejumlah keterangan saksi-saksi atas insiden tersebut. "Ya, kami sedang melakukan kegiatan kepolisian sebagai tindak lanjut atas insiden tersebut," katanya.

Terpisah, Komandan Lanal Nunukan Letkol Laut (P) M. Machri Mokoagow, M.Tr. Hanla menuturkan, pasca insiden itu pihaknya melakukan pengawasan ketat sejumlah jalur ilegal. Seluruh personel TNI AL juga ikut membantu proses pencarian korban serta evakuasi korban sebelumnya.

"Ya, mengantisipasi kembali terjadinya hal demikian, pengawasan jalur-jalur ilegal akan kami diperketat lagi," tegas Machri.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up