JawaPos Radar

Gempar Tas Dikira Bom Ternyata Berisikan Pedang dan Busur Panah

01/06/2018, 20:14 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Teror Bom
PENJINAK BOM: Tim penjinak bom memeriksa tas dan koper mencurigakan di halaman Masjid Al-Barokah, Desa Tegalsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jumat (1/6). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Isi koper dan satu tas diduga berisikan bom di Masjid Jami Al-Barokah, Desa Tegalsari di Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon akhirnya terungkap. Dari hasil pemeriksaan tim penjinak bom (Jibom) Detasemen C Brimob Polda Jabar diketahui tas tersebut berisikan dua buah pedang sepanjang satu meter, satu busur panah, Alquran dan sejumlah buku.

Dari hasil penggeledahan, polisi mendapatkan identitas dua pelaku berinisial S dan R yang diduga pemilik koper besar, tas dan lima dus yang sengaja ditinggal di halaman masjid.

Detik-detik pemeriksaan benda-benda mencurigakan yang diduga bom itu berlangsung dramatis. Lokasi di sekitar masjid pun sempat diseterilkan untuk sementara waktu.

Teror Bom
DUA SAMURAI: Hasil pemeriksaan penjinak bom, polisi berhasil mengamankan dua buah pedang, satu busur panah, buku-buku, Alquran dan pakaian, Jumat (1/6). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)

Dari pantauan di lapangan, seorang petugas mengenakan pakaian lengkap anti bom kemudian mendekati tas dan koper. Ia mendekat untuk memastikan apakah berisi bahan peledak atau tidak. Petugas memilih tidak meledakkan benda mencurigakan untuk mendalami kasus tersebut.

Setelah, dipastikan aman, tim membuka isi tas dan koper dengan cara memakai tali yang terikat di resleting koper untuk dibuka dari jarak jauh.

Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto memastikan bahwa dari pemeriksaan benda-benda mencurigakan tersebut dipastikan kondisi sudah aman tanpa ditemukan bahan peledak. Berdasarkan keterangan saksi, paketan kardus, koper, dan tas tersebut dibawa oleh dua orang pelaku sekitar pukul 04.00 WIB. Kedua orang itu sengaja meninggalkan koper dan tasnya.

Setelah ditunggu hingga pukul 10.00 WIB oleh pengurus masjid, lanjut Suhermanto, pemilik tas tidak datang lagi. Sehingga pengurus masjid melaporkan ke Polsek Plered. "Situasi dan kondisi sudah clear dan aman. Dari hasil pemeriksaan itu kami mengamankan dua senjata tajam (pedang) dan satu busur panah, Alquran, pakaian dan buku-buku," katanya usai pengamanan.

Diketahui, identitas pelaku laki-laki berinisial S dan R tersebut keduanya berasal dari luar Cirebon. Dari hasil temuan barang bukti benda mencurigakan itu, polisi akan terus mendalami motif dan pemilik kedua tas tersebut.

"Keduanya adalah laki-laki asal dari luar Cirebon. Kami masih mendalami apakah terlibat jaringan terorisme atau bukan," katanya.

Selanjutnya, barang bukti diamankan di Mako Polres Cirebon untuk didalami. Apakah, benda mencurigakan itu ada upaya untuk mengecoh gerak-gerik kepolisian, petugas masih menelusuri pemilik dan motif tersebut.

"Kebetulan di luar masjid ada CCTV, petugas akan mendalami kasus dan mencari pelaku," pungkasnya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up