alexametrics

Pasca Gempa, Sekolah di Solok Selatan Dipastikan Tidak Libur

1 Maret 2019, 21:26:59 WIB

JawaPos.com – Selain merusak ratusan rumah, gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) juga merusak puluhan fasilitas umum (fasum). Seperti masjid, musala, puskesmas hingga sekolah.

Dari data yang diterima, beberapa sekolah yang terdampak gempa di Kecamatan Sangir Balai Janggo antara lain, SDN 02 Sungai Kunyit, SD PT KSI, SMAN 11 Solok Selatan dan SMKN 2 Solok Selatan. Lalu, sejumlah kerusakan juga terjadi di MIN 3 Solok Selatan dan SMPN 28 Solok Selatan.

Sehari pasca gempa, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memastikan tidak meliburkan sekolah dari proses belajar mengajar (PBM). “Tetap sekolah. Tidak ada sekolah yang diliburkan, apalagi sebentar lagi ujian nasional,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Solok Selatan Zulkarnaini saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Jumat (1/3) sore.

Kendati demikian, Zulkarnaini tak menampik, jika banyak siswa yang urung datang ke sekolah dan memilih meliburkan diri. Namun, guru dan pegawai di sekolah tetap datang seperti biasa.

“Memang ada sebagian sekolah yang rusak. Seperti SD dan SMP. Tapi jumlahnya belum saya baca. Sudah dikirimkan (data),” katanya.

Memang faktanya, selain masyarakat, mayoritas anak-anak yang terdampak gempa mengalami trauma. Bahkan, mereka takut datang ke sekolah dan memilih meliburkan diri.

Kondisi ini terjadi di SDN 05 Sungai Sungkai, Kecamatan Sangir Balai Janggo. Bahkan, kehadiran siswa di SD ini hanya mencapai 10 persen dari total 191 orang murid.

“Hari ini hanya 10 persen (hadir). Banyak wali murid nelpon, kami bilang dari dinas tidak ada yang menetapkan libur. Tapi mereka masih merasa trauma dan anak takut untuk sekolah. Kalau kami kami sebagai pegawai dan guru tetap hadir,” kata salah seorang guru di SDN 05 Hermansyah.

Meski demikian, proses belajar mengajar bagi murid yang tetap hadir akan tetap dilakukan. Namun, pihaknya juga fokus membantu upaya menghilangkan trauma dari para murid. 

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : Riki Chandra

Copy Editor :

Pasca Gempa, Sekolah di Solok Selatan Dipastikan Tidak Libur