alexametrics

Diduga Curi Ikan di Indonesia, Empat Kapal Ikan Vietnam Ditangkap

1 Maret 2019, 17:40:15 WIB

JawaPos.com – Empat kapal ikan berbendera Vietnam diamankan TNI AL diperairan Indonesia di wilayah Kepulauan Riau pada posisi 06º 12,00’ U – 106º 25,50’ T. Bersama kapal tersebut, turut diamankan 32 orang anak buah kapal (ABK).

Komandan Guspurla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Irvansyah mengatakan, kapal-kapal tersebut diamankan pada Minggu (24/2) pagi oleh KRI Bung Tomo-357.

Keempat kapal tersebut adalah, BV 525 TS dengan nakhoda berinisial T dan memuat sembilan ABK yang bermuatan satu palka ikan. Kapal kedua BV 9487 TS dengan nakhoda berinisial PDT terdiri dari delapan ABK, bermuatan dua palka ikan.

Diduga Curi Ikan di Indonesia, Empat Kapal Ikan Vietnam Ditangkap
ABK kapal Vietnam yang diamankan TNI AL. (Boni Bani/JawaPos.com)

Kapal ketiga, BV 4923 TS dengan nakhoda VTC dan sembilan ABK, bermuatan satu palka ikan. Dan kapal keempat BV 4555 TS dengan nakhoda TVQ dan dua ABK tanpa muatan.

“KRI Bung Tomo-357 mendeteksi sembilan kontak radar pada baringan 130 jarak 8 NM bergerombol pada posisi 06˚ 12,00’ U-106˚ 23,00’ T yang berada di wilayah perairan Indonesia. Setelah didekati, lima kontak kapal asing ini bergerak menghindar ke arah Utara kembali menuju perairan Vietnam dan empat kapal lainnya menuju ke arah Selatan. KRI Bung Tomo-357 selanjutnya melaksanakan pengejaran terhadap empat kapal yang bergerak ke arah selatan tersebut,” beber Laksamana Pertama TNI Irvansyah, dalam ekspos di Dermaga Lanal Batam pada Jumat (1/3).

Seluruh Tim Pemeriksa berhasil merapat dan mengamankan empat kapal tersebut beserta ABK yang berada di kapal. Dari hasil pemeriksaan, kapal tersebut diduga keras telah melakukan pelanggaran berupa penangkapan ikan di wilayah Indonesia tanpa dilengkapi dokumen.

“Setelah diamankan, kita kawal menuju dermaga Lanal Batam,” imbuhnya.

Dari pemeriksaan awal, keempat kapal ini diduga melakukan pelanggaran karena mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera asing di perairan Indonesia tanpa dilengkapi dengan dokumen. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93 ayat (2) Jo Pasal 27 (2) Undang-Undang nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan.

“Bahwa setiap orang yang mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera asing di ZEE Indonesia tanpa memiliki Surat Ijin Perikanan (SIPI) dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak dua puluh miliar Rupiah,” ungkapnya.

Terkait dengan nilai ikan dari empat palka yang ada di kapal tersebut, Irvansyah mengaku masih akan diproses oleh Lanal Batam. Demikian juga dengan ke-32 ABK yang akan menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Lebih jauh, Irvansyah mengaku geram dengan aktivitas nelayan asing ini. Mereka yang datang ke perairan Indonesia justru merusak dengan mengambil semua ikan tanpa melihat ukuran, hal ini tentu akan membuat gangguan pada kekayaan laut Indonesia.

“Sampai ikan yang kecil-kecil juga diangkut mereka, mau dapat apa nelayan kita kalau semua diambil begini,” tandas Irvansyah.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Bobi Bani

Copy Editor :

Diduga Curi Ikan di Indonesia, Empat Kapal Ikan Vietnam Ditangkap