alexametrics

Demi Pengungsi Erupsi Semeru, Kerja Siang Malam Bangun Huntara

1 Februari 2022, 21:58:37 WIB

JawaPos.com – Erupsi Gunung Semeru awal Desember 2021 masih menyisakan pilu. Tidak sedikit warga kehilangan tempat tinggal. Kini mereka ada yang tinggal di pengungsian.

Berada di posko penampungan memang tidak begitu nyaman. Tetapi situasi itu harus diterima, karena tidak ada lagi tempat tinggal. Meski begitu, aktivitas relawan masih ada di Candipuro, Kabupaten Lumajang. Mereka mengebut waktu demi pengungsi bisa memiliki hunian layak.

Para relawan yang tergabung dalam lembaga kemanusiaan Indonesia Care itu membangun hunian sementara (huntara) di Candipuro. Hingga Minggu malam rangka bangunan sudah terbentuk. Pondasi sudah dicor. Mereka rela kerja siang dan malam demi pengunsi Semeru.

“Pembangunan ditargetkan setiap rumah selesai hanya dalam lima hari. Kami bersyukur ada relawan konstruksi ikut membangun huntara ini,” ujar Kepala Indonesia Care Wilayah Jawa Timur MR Warang Agung kepada JawaPos.com, Selasa (1/2).

Candipuro adalah salah satu daerah yang terkena dampak paling parah dari erupsi Gunung Semeru awal Desember 2021 lalu. Pasca erupsi, para korban ditampung di pengungsian sebelum direlokasi ke lokasi yang sudah disiapkan pemerintah.

Adapun huntara yang dibangun melalui Indonesia Care melibatkan tiga konstruksi ahli dan empat relawan pembantu konstruksi untuk setiap rumah. “Kendala pembangunan terbesar adalah hujan setiap hari di sore hari. Sehingga pengerjaan hanya bisa dilakukan pagi hingga siang dan malam hari,” ungkapnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Care Lukman Azis berharap dukungan untuk pembangunan huntara bagi pengungsi Semeru terus mengalir. “Pemberitaan media menurun, posko-posko relawan sudah berkurang drastis. Namun bukan berarti pengungsi sudah nggak ada. Justru hari-hari inilah penderitaan sesungguhnya para pengungsi Semeru,” ujar Lukman kepada JawaPos.com.

Kini, imbuh Lukman, korban erupsi merasa sepi. Mereka tidak lagi menerima bantuan. Mereka tidak lagi mendengar hingar bingar keriuhan para relawan yang keluar masuk zona bahaya membawa bantuan logistik.

Pembangunan huntara untuk pengungsi erupsi Gunung Semeru. (Indonesia Care for JawaPos.com)

Demi mengurangi beban psikologis korban erupsi Semeru, Lukman mengajak para dermawan untuk berpartisipasi hunian bagi para pengungsi Semeru. “Mereka telah kehilangan mata pencaharian, harta benda, dan rumah. Ada yang kehilangan sanak keluarga,” beber Lukman.

Lukman menyebut bahwa selama di pengungsian, para pengungsi Semeru sangat rentan mengalami masalah sosial. Seperti potensi pelecehan seksual, pencurian harta benda, masalah kebutuhan khusus suami istri, dan potensi penularan penyakit, serta depresi.

Dalam pembangunan huntara, kata Lukman, di zona merah Semeru dibutuhkan dua 2.000 unit hunian. Huntara itu diperkirakan dapat melayani pengungsi dari Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo. “Semua ini dapat dibangun atas uluran tangan para dermawan,” tandas mantan wartawan itu.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads