alexametrics
Polisi Cari Perempuan yang Diduga Merekam

Muncul Video Sebut Kosong Satu usai Adik Wagub Sumut Jadi Tersangka

1 Februari 2019, 13:49:37 WIB

JawaPos.com- Usai penggeledahan Kantor PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM) dan rumah Musah Idishah alias Dodi, adik Wagub Sumut, kepolisian sedang menyelidiki kemunculan sebuah video. Video yang menggambarkan suasana di dalam ruangan berisi mobil-mobil mewah itu viral setelah Dodi jadi tersangka. Yang menjadi masalah, orang di balik video itu menuding tindakan polisi sarat dengan unsur politis.

Video yang direkam melalui smartphone itu diduga diabadikan oleh seorang perempuan. Perempuan tersebut marah-marah. Bahkan dia menuding, kedatangan polisi hanya karena berbeda pilihan calon presiden.

“Saya viralkan ini pak, pasti! Alasannya apa kemari ? Alasannya apa? Nggak jelas yah?” ujar perempuan dalam video tersebut.

Petugas Brimob dan Provost dari Polda Sumut yang ada dalam video sempat kebingungan saat perempuan itu berceloteh. Petugas sempat berbicara, namun tidak terdengar jelas di video itu. Perempuan itu lalu kembali ngoceh.

“Kami diwajibkan pilih kosong satu (capres-cawapres nomor urut 01, Red) kami nggak mau. Inilah makanya kalian datang kan. Pengkhianat!” ujarnya.

Video berdurasi 17 detik itu kemudian beredar luas di berbagai media sosial dan grup-grup WhatsApp. Video itu juga sudah sampai ke tangan polisi.

Polda Sumut menilai, apa yang diucapkan perempuan dalam video itu adalah fitnah. Bahkan perlakuan dalam video juga sudah mengganggu petugas yang berjaga.

“Kami sudah mendapatkan video itu. Sedang kami proses,” jelas Kabid Humas Polda Sumut Kombespol Tatan Dirsan Atmaja, Jumat (1/2).

Tatan juga dengan tegas membantah bahwa pennggeledahan terhadap PT ALAM dan penetapan tersangka terhadap Dodi dikaitkan dengan politik.

“Kami akan mengambil langkah- langkah berkaitan dengan statement tersebut. Apakah itu langkah hukum? Tang pasti  kami akan memeriksanya,” tambah Tatan.

Perwira polisi dengan tiga melati di pundak itu menerangkan, perekam dan penyebar video itu bisa dikenai UU ITE. Selain itu, juga bisa dianggap mencemarkan nama baik institusi Polri. 

“Di video itu  ada unsur intimidasi secara verbal menghina institusi Polri, Kami akan bertindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Polri sebagai penegak hukum netral, tidak ada kaitannya dengan politik ,” tandasnya. 

Diberitakan JawaPos.com sebelumnya, polisi menetapkan Dodi sebagai tersangka kasus perubahan fungsi hutan lindung. Dodi yang menjabat sebagai Direktur PT ALAM diduga menguasai lebih dari 500 hektare hutan di kawasan Kabupaten Langkat. 

Kendati ditetapkan sebagai tersangka, Dodi tidak ditahan. Dia hanya diharuskan wajib lapor.

Editor : Dida Tenola

Reporter : prayugo utomo



Close Ads
Muncul Video Sebut Kosong Satu usai Adik Wagub Sumut Jadi Tersangka