alexametrics

Kasus Sate Babi di Padang, Polisi Sudah Periksa 14 Saksi

1 Februari 2019, 16:45:09 WIB

JawaPos.com – Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus penjualan sate babi merek KMSB Simpang Haru, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) yang digeledah tim gabungan empat hari lalu.

Setidaknya, hingga kemarin, jajaran Polresta Padang telah memeriksa 14 orang saksi yang terkait dalam kasus tersebut. Mulai dari pedagang sate KMSB, pemasok daging babi hingga petugas yang ikut melakukan penggeledahan. Namun, polisi belum menetapkan pemilik sate maupun pemasok babi sebagai tersangka.

“Sejak kemarin, kami sudah melakukan pemeriksaan. Sudah 14 orang yang telah dimintai keterangan,” kata Kapolresta Padang, Kombes Yulmar Try Himawan, Jumat (1/2).

Selain itu, mengungkap fakta-faka dalam kasus itu, pihaknya juga menghadirkan saksi ahli untuk mendukung proses penyidikan. Pihaknya juga melakukan gelar perkara kasus tersebut pada Kamis (31/1) sore kemarin.

Selain itu, meski Dinas Perdagangan Kota Padang sebelumnya telah melakukan uji laboratorium terhadap temuan daging babi itu, pihak Mapolresta Padang akan tetap melakukan pengujian ulang atas BB yang diduga babi tersebut.

“Akan diuji sebanyak dua kali lagi. Mulai dari BPOM dan Laboratorium Forensik Kepolisian di Medan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal sebagai wakil tim gabungan yang menggerebek gerobak sate itu itu telah membuat laporan polisi yang ditujukan kepada pedagang sate KMSB Simpang Haru (Bustomi dan Evi) pada Rabu (30/1).

“Yang diterangkan di dalam pengaduan (laporan) itu adalah apa yang dilakukan pada hari Selasa kemarin (penindakan). Untuk pemasok daging babi, nanti kami lihat perkembangannya, yang dilaporkan baru pedagang sate saja,” kata Endrizal.

Tim gabungan sendiri menggeledah sate gerobak merek KMSB di kawasan Tugu Api, Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang yang diduga menjual sate berbahan babi tanpa label.

Penggeladahan yang dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB, Selasa (29/1) itu dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Balai BPOM dan Satpol PP Padang.

Kabid Pemberdayaan Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Padang, Novita Latima mengatakan, informasi penggunaan daging babi oleh sate KMS di Simpang Haru ini berawal dari laporan masyarakat. Lalu, mengecek kebenaran tersebut, petugas membeli sampel daging sate. Untuk pengecekan labor, petugas mengirim sampel itu ke Balai BPOM Padang selanjutnya merujuk ke Balai BPOM Aceh.

Hasil pemeriksaan terbukti, jika daging sate KMS ini positif mengandung daging babi yang jelas-jelas haram dikonsumsi umat Islam. Apalagi, pedagang berjualan di tempat mayoritas pembelinya beragama Islam.

“Pedagang tidak menerapkan (mencantumkan) bahwa yang dijualnya daging babi. Untuk tindaklanjutnya akan dilakukan tim dari Dinas Perdagangan,” katanya. 

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : Riki Chandra


Close Ads
Kasus Sate Babi di Padang, Polisi Sudah Periksa 14 Saksi