alexametrics

Cek TKP Kasus Mutilasi, Dua Anggota Polisi Ditembak

1 Januari 2019, 10:40:12 WIB

JawaPos.com – Mujahidin Indonesia Timur (MIT) kembali berulah. Kemarin (31/12) MIT diduga memenggal warga desa berinisial RB, 34, yang kemudian dijadikan umpan untuk menjebak polisi. Hingga bisa melakukan serangan, dalam kejadian itu dua anggota polisi tertembak di bagian kaki dan punggung.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan, awalnya terdapat kasus pembunuhan dengan mutilasi di Desa Salubose, Poso, Sulteng. Petugas mengecek ke kepala desa dan ternyata benar ada kejadian tersebut. ”Petugas di lokasi menemukan (potongan) kepala di jembatan desa,” tutur Dedi kemarin.

Akhirnya, petugas mencari tubuh korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Tubuh korban ditemukan di sebuah bukit yang jaraknya cukup jauh dari desa. ”Petugas mengambilnya bersama warga. Ada 30 orang ikut evakuasi,” paparnya.

Saat kembali menuju desa, lanjut dia, ternyata ada pohon roboh yang menghalangi jalan. Dua anggota polisi, Bripda Andrew Maha Putra dan Bripda Baso, yang menggunakan sepeda motor lantas menyingkirkan pohon tersebut.

“Saat itu langsung MIT menembak dari arah belakang. Keduanya terkena luka tembak di punggung dan kaki. Tapi, Bripda Andrew sempat membalas tembakan,” ujarnya.

Rekan polisi lainnya yang menggunakan mobil akhirnya membantu dengan menembak ke arah anggota MIT yang bersembunyi di kawasan perbukitan. Setelah baku tembak dan tertahan 30 menit, kedua korban bisa diselamatkan untuk menjalani perawatan. “Bisa dibawa ke puskesmas,” ujarnya.

Dedi menuturkan, sangat mungkin pelaku pemenggalan adalah kelompok MIT yang dipimpin Ali Kalora. Dengan begitu, memang diduga pemenggalan itu digunakan untuk menjebak petugas. ”Untuk melakukan serangan,” jelasnya.

Apa yang mengindikasikan pemenggalan dilakukan Ali Kalora? Dia menuturkan, rangkaian kejadian tersebut dapat memastikan bahwa mereka telah mengintai upaya evakuasi korban pemenggalan. ”Mereka mengetahui pemenggalan dan lokasi tubuh, tentunya bukan hal yang bisa dikesampingkan,” ujarnya.

Dia menyatakan, korban berinisial RB merupakan warga bersuku Toraja. Sehari-hari korban menjadi pekerja ladang di desa tersebut. ”Ada keterhubungan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, MIT memang kerap menjadi pelaku di balik pemenggalan. Beberapa tahun lalu, pernah ada seorang siswi SMP yang dipenggal MIT. Ada juga seorang kepala desa yang menjadi korban pemenggalan kelompok yang dulu dipimpin Santoso itu. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (idr/c19/agm)



Close Ads
Cek TKP Kasus Mutilasi, Dua Anggota Polisi Ditembak