alexametrics

Malang Darurat Narkoba, Mayoritas Pengguna Merupakan Mahasiswa

1 Januari 2018, 05:30:26 WIB

JawaPos.com – Peredaran narkoba di Polres Malang Kota masih cukup tinggi. Dibandingkan tahun lalu, terjadi kenaikan kasus cukup signifikan. Dari semula hanya 195 kasus di 2016 menjadi 267 kasus di 2017.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri tidak menampik adanya kenaikan kasus narkoba tersebut. Menurutnya hal tersebut justru menjadi perhatian dan intrsopeksi bersama.

“Ternyata peredaran narkoba di Malang cukup tinggi. Pengungkapan kasus narkoba ini masih terkait kasus pemakai dan pengedar, belum kepada bandar,” ujarnya pada saat melakukan press release Analisa dan Evaluasi Kinerja (Anev), Minggu (31/12).

Guna menekan peredarannya, pihaknya menargetkan terjadinya penurunan pada kasus narkoba. Langkah yang ditempuh yakni dengan mengibarkan bendera perang terhadap narkoba.

“Tidak hanya pemakai dan pengedar, bandar juga harus ditangkap. Apabila bandar melakukan perlawanan, harus dilumpuhkan,” tegasnya.

Asfuri mewanti-wanti kepada bandar narkoba utamanya agar tidak melakukan tindakan jahatnya di lingkungan Polres Malang Kota pada 2018. “Akan kita tindak tegas,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, penangkapan terhadap bandar dirasa sangat perlu. Menurutnya, jika yang ditangkap hanya pemakai dan pengedarnya saja, maka bandar masih mempunyai kaki tangan. “Kalau bandar sudah ditangkap, tidak ada lagi pemasok. Akan berhenti,” kata dia.

Asfuri mengungkapkan, selama ini yang menjadi kendala yakni pelaku yang tertangkap tidak mengatakan secara detail dari mana asal mereka mendapatkan barang haram tersebut. “Mereka tidak mau terbuka saat diinterogasi,” jelasnya.

Sejauh ini, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait ada tidaknya bandar narkoba yang melakukan aktivitasnya di Malang.

Berdasarkan data Satresnarkoba Polres Malang Kota, kasus narkotika terbanyak yakni ganja. Ironisnya, pelaku didominasi usia remaja dikisaran 20-24 tahun. “Rata-rata profesinya masih mahasiswa. Ada juga yang wiraswasta,” jelasnya.

Dari lima kecamatan yang ada di Malang, Kecamatan Lowokwaru menempati posisi pertama sebagai kawasan yang rawan peredaran narkoba. Kemudian disusul Kecamatan Blimbing dan Klojen.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (fis/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:

Malang Darurat Narkoba, Mayoritas Pengguna Merupakan Mahasiswa