← Beranda

Viral Diduga Gendong Mayat, Pria di Tambora Ternyata Cuma Bawa Biawak

Tazkia Royyan HikmatiarSenin, 9 Februari 2026 | 04.53 WIB
Pria yang viral disebut menggendong mayat di kawasan Tambora, Jakarta Barat, ternyata salah. (Instagram @jacklyn_choppers)

JawaPos.com - Pria yang viral disebut menggendong mayat di kawasan Tambora, Jakarta Barat, ternyata salah. Setelah diselidiki polisi, pria tersebut ternyata hanya membawa hewan biawak yang ukurannya hampir mencapai dua meterm

"Iya, biawaknya itu masih hidup. Karena nggak ada duit, dia jalan kaki (bawa biawaknya)," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung, Minggu (8/2).

Ia menerangkan, pria tersebut membawa biawak untuk dibawa ke kontrakannya dan dipelihara setelah membelinya di Pasar Hewan.

Arfan menegaskan pihaknyq telah mendatangi pria tersebut secara langsung dan mencocokkan identitasnya dengan yang beredar di media sosial.

"Polisi mendatangi ke tempat kontrakannya, diklarifikasi. Dia menggunakan baju sesuai dengan yang di video itu. Ya sudah, benar. Jadi tidak kita bawa ke Polsek, hanya klarifikasi karena tidak ada pelanggaran juga kan. Memang dia mau pelihara," pungkasnya.

Sebelumnya, viral di media sosial seorang pria dinarasikan menggendong mayat di kawasan Krendeng Selatan,Tambora, Jakarta Barat. Aksi pria yang diduga membungkus dan menggendong mayat manusia itu terekam CCTV.

Dalam video yang beredar, pria itu tampak berjalan santai menyusuri gang. Ia juga terlihat sempat balik kanan usai berjalan ke salah satu arah di belokan gang tersebut.

Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kebenaran video tersebut.

"Ini juga masih dalam pendalaman Polsek Tambora dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat," ujarnya kepada wartawan, Minggu (8/2).

Ia menerangkan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (7/2) kemarin malam. Kepolisian masih mendalami sosok yang digendong pria tersebut.

"Masih ini didalami, apakah memang benar yang digendong itu adalah, dibopong itu adalah sosok mayat atau bentuk gelondongan kain yang berupa mayat," tuturnya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan