JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta akan membuka rute Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno Hatta (Soetta) dalam waktu dekat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, peluncuran rute Transjabodetabek tersebut akan dilakukan sebelum Lebaran 2026.
“Untuk Transjabodetabek dari Blok M ke Soetta, ditunggu saja. Sebentar lagi akan kami umumkan secara resmi. Segera kami akan umumkan secara resmi, tetapi kemarin (saat rapat terbatas) sudah hampir kami finalkan. Yang jelas, akan kami luncurkan sebelum lebaran,” terang Pramono, Jumat (6/2).
Menurut dia, sebelum rute dibuka, ada beberapa yang harus dipastikan mumpuni. Di antaranya, armada yang cukup hingga halte tempat penumpang menunggu yang memadai.
Oleh karena itu, halte-halte yang ada perlu diperbaiki dan juga titik yang belum ada untuk segera dibangun. Utamanya, yang ada di luar Jakarta. “Misalnya, yang ke Bogor, Sawangan, Depok, kan belum dibangun haltenya,” katanya.
Meski banyak yang perlu dipersiapkan, Pramono sudah memerintahkan agar pembukaan rute dilaksanakan sebelum Idul fitri tahun ini. Jadi, lanjutnya, diharapkan rute ini bisa beroperasi pada minggu keempat Februari atau awal Maret tahun ini.
Pramono menyebut, pada tahap awal, rute baru Transjabodetabek itu akan dilayani sekitar 20 unit bus. Jumlah itu akan dievaluasi sesuai respons masyarakat.
“Biasanya rute baru dibuka 20 unit dulu. Kalau respons publiknya besar, tentu akan kita tambah,” kata Pramono. Perkiraan awal jumlah penumpang mencapai 1.950 hingga 2.000 orang per hari.
Sementara itu, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TJ) Welfizon Yuza menuturkan, rute Blok M–Soetta itu menjadi salah satu rute Transjabodetabek yang belum dibuka namun mendapatkan respons dan animo tinggi dari masyarakat. Oleh karena itu, mereka mempersiapkan pembukaannya dengan matang.
“Karena ini animonya cukup besar, kita harus prepare harus persiapkan dengan sebaik-baiknya termasuk juga belajar dari beberapa rute sebelumnya. Kan kadang-kadang yang sering menjadi catatan itu adalah halte. Jadi haltenya karena ini kan wilayahnya tidak semua di DKI,” ucap mantan Sekretaris Kabinet itu.
Selain rute ke bandara, mereka juga menyiapkan pembukaan rute Transjabodetabek lainnya. Yakni, Cawang–Jababeka (Cikarang).
Rute itu juga diproyeksikan mulai beroperasi dalam waktu dekat dan disiapkan beriringan dengan rute Blok M–Soetta.
Rute SH1 Kalideres–Soetta Masih Sepi Peminat
Setelah membuka enam rute baru pada tahun lalu, kini total sudah ada 16 rute Transjabodetabek yang beroperasi. Jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah hingga mencapai 40 rute secara bertahap dalam lima tahun masa kepemimpinan Pramono Anung.
Namun, tidak semua rute baru langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satunya rute SH1 Kalideres–Perkantoran Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).
Padahal, rute itu sudah dibuka sejak Mei 2024 lalu. Berdasarkan data PT TJ, rerata jumlah penumpang rute tersebut tercatat 57.691 orang per bulan atau sekitar 2.054 orang per hari kerja.
Angka tersebut masih jauh di bawah proyeksi awal. Sebelum rute SH1 dibuka, potensi pengguna diperkirakan bisa mencapai 49 ribu orang per hari. Saat ini, PT TJ mengoperasikan sepuluh armada bus setiap hari untuk melayani rute tersebut.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza mengakui, tingkat keterisian penumpang rute SH1 masih terbatas.
“Untuk SH1, kisaran pelanggannya sekitar 1.900 sampai 2.000 orang per hari,” ujarnya. Menurut Welfizon, angka potensi 49 ribu penumpang per hari muncul karena sejak awal rute SH1 menyasar pekerja di kawasan Bandara Soetta.
Namun, pada praktiknya, banyak pekerja bandara masih memilih menggunakan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.
“Potensi itu muncul karena sasaran awalnya pekerja bandara. Tapi kalau kita lihat, banyak yang menggunakan motor dan lain-lain. Ini yang terus kami evaluasi,” jelasnya.
Ia juga menilai, segmen pengguna rute SH1 berbeda dengan layanan Blok M–Bandara Soetta yang akan dibuka sebelum lebaran nanti. Yakni, lebih menyasar penumpang, bukan hanya pekerja bandara.
Selain itu, titik pemberhentian armadanya juga berbeda dengan rute SH 1 tersebut. “Ini (rute Blok M-Soetta) agak berbeda, karena itu nanti benar-benar berhenti di titik kedatangan dan keberangkatan penumpang bandara.
Dengan sasaran yang berbeda, dia meyakini penumpang Blok M -Soetta itu akan jauh lebih banyak dari rute SH 1 yang dibuka dua tahun lalu.