← Beranda

Pramono Perintahkan Jajarannya Waspada Banjir Hingga Angin Beliung

Masria PaneKamis, 18 Desember 2025 | 19.29 WIB
Pramono meninjau tanggul pengaman pantai atau NCICD Fase A (dok. Humas Pemprov)

JawaPos.com – Pemprov DKI mulai bersiaga menghadapi cuaca ekstrem jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sebab, prediksi BMKG, wilayah Jakarta dan sekitarnya, pada Dasarian II dan III Desember 2025 diperkirakan mengalami curah hujan berkisar 50–150 mm.

Sementara itu, puncak curah hujan diprediksi terjadi pada Dasarian I Januari 2026, dengan sebagian besar wilayah Jakarta berpotensi menerima hujan antara 150–200 mm. Adapun wilayah Bogor Selatan sebagai daerah hulu diperkirakan mencatat curah hujan tertinggi, mencapai 200–300 mm dalam periode sepuluh hari pertama Januari 2026, yang berpotensi meningkatkan risiko banjir kiriman ke wilayah hilir, termasuk Jakarta.

Atas prediksi itu, Gubernur DKI Pramono Anung memerintahkan semua jajaran Pemprov DKI untuk mempersiapkan diri. Utamanya, berkoordinasi untuk menghadapi banjir rob, banjir kiriman, maupun akibat curah hujan lokal yang tinggi.

''Saya berharap semuanya total untuk bekerja menangani dalam rangka kita menyambut Natal dan Tahun Baru, yang kemungkinan akan ada curah hujan yang tinggi, permukaan air yang naik, angin beliung yang mungkin ada,'' katanya. Tetapi apapun, lanjutnya, enggak boleh jadi alasan. Tetap kita harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. 

Sebagai bentuk keseriusan, Pemprov DKI telah menerbitkan Instruksi Sekretaris Daerah (Insekda) Nomor 98 Tahun 2025 tentang Mitigasi Menghadapi Musim Penghujan. Insekda ini menjadi pedoman operasional bagi seluruh perangkat daerah dalam mengantisipasi potensi banjir, cuaca ekstrem, dan dampak hidrometeorologi lainnya.

Dalam Insekda Nomor 98 Tahun 2025, terdapat lima fokus utama mitigasi, yakni kesiapsiagaan dini melalui pemetaan risiko, optimalisasi infrastruktur pengendalian banjir, penguatan sumber daya dan logistik, koordinasi lintas sektor, serta sosialisasi dan peringatan dini kepada masyarakat.

Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno juga sudah memimpin rapat terbatas mitigasi cuaca ekstrem di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (16/12). Rapat tersebut dihadiri jajaran OPD terkait serta pemangku kepentingan eksternal, seperti BMKG, Basarnas, Pushidrosal TNI AL, dan instansi terkait lainnya.

Rapat dimaksudkan untuk menyinkronkan data prakiraan cuaca dan hidrometeorologi, memetakan potensi banjir akibat curah hujan tinggi, banjir kiriman, hingga banjir rob, serta memastikan kesiapan penanganan darurat lintas sektor.

“Kita memiliki agenda tahunan Natal dan Tahun Baru. Namun, saat ini juga ada potensi cuaca ekstrem, termasuk keberadaan beberapa siklon di wilayah Indonesia. Karena itu, data dari BMKG, Pushidrosal, dan instansi terkait menjadi sangat penting sebagai dasar pengambilan langkah antisipasi,” ujar Rano.

Ia menekankan pentingnya penguatan sistem peringatan dini (early warning system) untuk mengantisipasi banjir akibat hujan lebat, banjir kiriman, maupun banjir rob di pesisir utara Jakarta. Selain itu, ia meminta agar ketersediaan pangan dan layanan dasar tetap terjaga dalam berbagai skenario kebencanaan.

Terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Rano menegaskan langkah tersebut tidak hanya dilakukan di wilayah Jakarta. “Sesuai arahan Pak Gubernur, OMC juga harus dikoordinasikan dengan wilayah penyangga di sekitar Jakarta,” tambahnya.

Sementara untuk sisi infrastruktur, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melaporkan telah menyiagakan 612 unit pompa stasioner di rumah-rumah pompa serta 590 unit pompa mobile yang siap dikerahkan ke titik rawan genangan. Normalisasi dan pemeliharaan saluran makro dan mikro, pengerukan sedimen sungai, serta pengecekan fungsi pintu air juga terus dilakukan.

Untuk mengantisipasi banjir rob, sejumlah tanggul mitigasi di wilayah pesisir utara Jakarta telah dibangun dan diperkuat. Pengoperasian sistem polder dan pintu air juga dikoordinasikan secara intensif, terutama pada periode pasang maksimum.

 

 

EDITOR: Bintang Pradewo