JawaPos.com - Tragedi mobil pengangkut Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak 21 korban di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, menyisakan misteri. Sopir mobil, Adi Irawan, 33, akhirnya buka suara.
Melalui video veredar, Adi membantah tudingan salah injak pedal atau panik. Ia bersikeras bahwa mobil berwarna putih bernomor polisi B 2093 UIU itu tiba-tiba kehilangan kendali dan "ngegas sendiri."
Adi Irawan, yang tinggal di Kalibaru, Jakarta Utara, membantah bahwa ia sedang terburu-buru saat kejadian. Ia mengaku hendak memarkir mobil seperti biasa di depan sekolah setelah upacara selesai.
Namun, saat proses parkir itulah, insiden kecelakaan ini terjadi.
"Nah waktu itu gak tahu kenapa ngegas sendiri gitu. Makanya saya injek rem gak dapat, nah di situ baru dapat remnya," kata Adi dikutip JawaPos.com, Kamis (11/12).
Ia juga membantah panik yang menyebabkan mobil hilang kendali, mengingat ia sudah terbiasa memarkir di lokasi tersebut.
"Gak pak, gak panik. Biasaya juga kan saya parkir di situ udah berhenti," katanya.
Adi juga yakin kakinya tidak tersangkut karpet mobil, yang sering menjadi penyebab kecelakaan mobil.
"(kaki) Gak nyangkut (karpet) gak nyangkut," katanya.
Saat ditanya mengapa tidak menarik rem tangan, Adi mengakui hal itu tidak terlintas di pikirannya.
"Gak kepikiran," katanya.
Gubernur Pramono: Sopir Baru
Insiden tragis ini menyebabkan 21 korban luka-luka, terdiri dari 20 murid SD dan 1 orang guru. Mereka langsung dilarikan ke RSUD Koja dan RSUD Cilincing.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan penanganan medis bagi para korban berjalan maksimal. Ia juga mengungkap fakta bahwa Adi Irawan merupakan sopir baru untuk pengantaran makanan di sekolah tersebut.
"Sebenarnya setiap hari juga mengantar makanan di tempat itu, karena sopirnya ganti," kata Pramono.
Pramono Anung juga menyampaikan data terbaru korban pasca menjenguk di RSUD Koja pada Kamis (11/12).
"Sampai sekarang ini tercatat ada 21 korban, 5 dirawat di rumah sakit koja, 1 guru, 4 SD dan 6 di RSUD Cilincing," ujar Pramono.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjamin seluruh biaya pengobatan para korban akan ditanggung penuh.
"Tadi saya sudah menyampaikan kepada dua Direktur RSUD, termasuk kemudian juga kepada Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta biaya sepenuhnya ditanggung pemerintah DKI Jakarta," ucapnya.
Gubernur juga menekankan betapa tak terduganya peristiwa ini, mengingat gerbang sekolah dalam kondisi tertutup.
"Dan sekali lagi seperti yang saya selalu sampaikan peristiwa ini tentunya peristiwa yang tidak terduga sama sekali karena betul-betul pagar pintunya sekolahnya itu tertutup rapat. Mobilnya masuk dan menabrak yang lagi dikumpulkan untuk proses literasi," jelasnya.