JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat menanyakan data jumlah orang yang meninggal dunia akibat truk tambang kepada bawahannya, saat berbicara di hadapan para penyintas tambang dari Parung Panjang di kantor Gubernur Jabar.
Dedi Mulyadi awalnya menyebutkan angka ratusan orang yang meninggal dunia akibat ulah truk tambang di Parung Panjang dalam beberapa tahun belakangan. Namun, anak buahnya justru memberikan data yang kecil terkait jumlah kematian orang akibat digilas oleh truk tambang.
"Yang meninggal 35 orang sampai tahun 2024," kata anak buahnya kepada Dedi Mulyadi.
Angka yang diungkap anak buah Dedi Mulyadi itu tentu saja berbeda dengan data yang dirilis Aliansi Gerakan Jalur Tambang (AGJT). Menurut AGJT, angka kematian dalam 7 tahun belakangan akibat truk tambang di Parung Panjang mencapai 213 orang.
Ketua AGJT Kabupaten Bogor, Junaedi Adhi Putera menegaskan, kecelakaan akan terus terjadi selama tidak ada solusi kongkret dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan tambang di Parung Panjang dan sekitarnya.
"Peristiwa seperti ini akan terus terjadi selama pokok persoalannya tidak diselesaikan oleh pemerintah. Baik pusat, provinsi, maupun kabupaten telah abai terhadap keselamatan masyarakat,” kata Junaedi dalam keterangannya.
Menurut Junaedi, kecelakaan kerap terjadi akibat truk tambang di Parung Panjang dan sekitarnya akibat minimnya pengawasan terhadap operasional truk tambang. Alhasil, mereka melanjukan kendaraan truk tambang terkadang secara ugal-ugalan tidak terlalu memperhatikan keselamatan warga.