← Beranda

Polisi Beberkan Asal Kepemilikan Senpi Koboi Jalanan di Mampang, Beli Seharga Rp 2 juta

Tazkia Royyan HikmatiarSenin, 25 Maret 2024 | 00.47 WIB
Ilustrasi Pistol (Pexels/Karolina Grabowska)

JawaPos.com - Polisi membeberkan asal kepemilikan senjata api jenis airsoft gun yang digunakan HRR, 32, melakukan aksi koboi jalanan di Jalan Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Selain senpi, tiga butir peluru turut diamankan di kediamannya.

 
Kapolsek Mampang Prapatan Kompol David Kanitero mengatakan, senpi berjenis airsoft gun didapatkan pelaku dari temannya yang melakukan penjualan senpi tersebut. Ia membelinya dengan harga Rp 2 juta.
 
"Senjata Airsoft gun tersangka beli dari temannya atas nama Kasman, saat ini temannya tersebut berada di Padang," ujarnya saat dihubungi wartawan, Minggu (24/3).
 
Baca Juga: Majelis Adat Dayak Nasional Dukung Pembangunan IKN
 
Adapun senjata korek api yang dimiliki tersangka didapatkan dari temannya yang lain bernama Iwan. 
 
Sedangkan tiga butir peluru senpi airsoft gun, ia mengatakan bahwa tersangka mendapatkannya dengan membeli secara online. 
 
"Masih kami selidiki lebih lanjut," pungkas David.
 
Sebelumnya, viral di media sosial aksi koboi jalanan kembali terjadi di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Seorang pengendara mobil berinsial HRR, 32, terekam menodongkan senjata api jenis airsoftgun usai cekcok dengan pengendara lainnya pada Kamis (21/3) lalu.
 
Kapolsek Mampang Prapatan Kompol David Kanitero mengatakan, peristiwa yang tepatnya terjadi di Jalan Mampang Prapatan Raya itu bermula ketika dua pengendara saling cekcok diduga lantaran senggolan antar mobil pelaku dan korban.
 
Baca Juga: Koboi Jalanan yang Todongkan Senpi di Jaksel Jadi Tersangka, Terancam Hukuman Mati
 
"Kami cek CCTV di situ terlihat ada terlibat cekcok antara dua kendaraan," ujarnya saat dihubungi wartawan, Minggu (24/3).
 
Setelah itu, salah satu pengendara yang merupakan pelaku tampak mengeluarkan senpi berjenis airsoftgun ketika sudah memasuki mobil. Ia mengatakan bahwa keadaan jalanan tengah macet saat itu.
 
"Kemudian dari situ kami lakukan penelusuran baik keterangan saksi, wajah pelaku kemudian juga untuk nomor polisi kendaraan," kata David.
EDITOR: Bintang Pradewo