JawaPos.com - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengganti slogan di era kepemimpinan Anies Baswedan menjadi Sukses Jakarta untuk Indonesia. Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Taufik Zoelkifli (MTZ), semua kota memang harus sukses untuk Indonesia, tak hanya Jakarta saja.
"Karena seluruh kota di Indonesia memang harus sukses untuk Indonesia," katanya kepada wartawan, Senin (12/12).
Dengan begitu, slogan Sukses Jakarta untuk Indonesia, kata Taufik, tidak memiliki ciri khusus suatu kota. Ia membandingkan dengan slogan Jakarta di era kepemimpinan Anies Baswedan yang mengemukakan slogan Kota Kolaborasi.
"Tag 'Kota Kolaborasi' memberikan ciri bahwa Jakarta kota heterogen dengan banyak stakeholder dan semua siap berkolaborasi untuk kemajuan bersama," jelasnya.
"Slogan yang sekarang nggak keren, nggak milenial, dan tidak menuntun atau memotivasi warga Jakarta tentang apa yang mesti mereka lakukan untuk memajukan Jakarta," imbuh pria yang akrab disapa MTZ itu.
Jika dibandingkan dengan slogan di era Anies, Jakarta Kota Kolaborasi, kata Taufik, hal itu menumbuhkan motivasi agar warga saling berkolaborasi dan berlomba demi kemajuan Jakarta lebih jauh lagi.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta itu juga nebgatakan bahwa slogan Sukses Jakarta untuk Indonesia yang dipakai Heru tidak memotivasi harapan warga Jakarta untuk hidup yang lebih baik di masa mendatang.
"Bandingkan dengan Maju Kotanya, Bahagia Warganya," ungkapnya.
"Mungkin Pemda DKI Jakarta yg sekarang kesulitan mencari konsultan branding," sambung Taufik.
Namun begitu, ia menyatakan bahwa mengganti slogan Jakarta di bawah kepemimpinannya merupakan hak dari Heru sebagai Pj Gubernur DKI. "Kalau perubahan slogan itu memang hak Penjabat yang baru," tandasnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta angkat bicara terkait pergantian slogan DKI Jakarta pasca dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Diketahui kini slogan Jakarta menjadi "Sukses Jakarta untuk Indonesia" dari yang asalnya di era eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan adalah Kota Kolaborasi.
"Terkait dengan slogan ‘Sukses Jakarta untuk Indonesia’, Pemprov DKI Jakarta akan mempersiapkan Surat Keputusan (SK) Gubernur untuk penggunaan slogan tersebut ke depannya," ujar Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta Raides Aryanto, Senin (11/12).
Raides mengatakan, adanya slogan "Sukses Jakarta untuk Indonesia" yang disandingkan dengan logo resmi Pemprov DKI Jakarta merupakan perwujudan atas dukungan Jakarta pada Ibu Kota Indonesia di masa depan tersebut.
“Jadi, tidak ada logo baru menggantikan logo PlusJakarta. Namun, Hal ini untuk mendukung, sekaligus mengajak masyarakat Jakarta, untuk bersinergi mengantarkan Ibu Kota dari Jakarta ke Nusantara, serta sebagai bagian dari pelaksanaan program RPD,” jelasnya.