Kali ini, momentum peringatan Kenaikan Isa Al Masih atau paskah bagi umat Nasrani kembali terjadi ketika umat Muslim sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Dua peristiwa keagamaan yang terjadi berbarengan ini sangat istimewa lantaran jarang sekali terjadi.
Selain sebagai peristiwa sakral bagi masing-masing umat, momen ini juga dapat menjadi kesempatan untuk mempererat toleransi antar umat beragama. Hal itu dapat dilihat juga dari toleransi penyediaan parkir di rumah ibadah. Bagi umat agama Kristen dapat menempatkan kendaraannya di Masjid Istiqlal.
Humas Katedral, Susyana Suwadie mengatakan rangkaian Perayaan Pekan Suci Paskah 2022 digelar secara hybrid. Jemaat Katolik bisa mengikuti perayaan ibadah Jumat Agung dan Paskah secara virtual maupun secara langsung di gereja.
Ia berharap, upacara keagamaan dapat berjalan dengan lancar. Sebab, pihaknya melihat antusiasme dari umat, begitu banyak yang ingin sekali kembali ke gereja untuk beribadah. Sebab selama pandemi upacara peribadatan dilakukan secara virtual.
Tentunya, bagi yang ingin mengikuti upacara secara langsung di gereja harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Tahun ini, rangkaian Paskah dan Tri Hari Suci mengacu pada satu tema, yaitu semua semakin mengasihi, makin perduli dan bersaksi terhadap penghormatan martabat manusia.
“Semua juga bisa untuk ikut serta hadir di Misa offline, tentunya dengan syarat prokes yang begitu ketat dan juga jg menjaga kesehatan,” ujarnya di Gereja Katedral, Jumat (15/4).