BPOM Sebut Empat Obat Mendapat Izin EUA Sebagai Terapi Covid-19

30 Juni 2022, 11:02:03 WIB

JawaPos.com–Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan, saat ini terdapat empat jenis obat yang telah mendapatkan izin EUA (Emergency Use Authorization) atau sebagai obat terapi Covid-19 di Indonesia.

”Keempat obat tersebut adalah Favipiravir, Remdesivir, Regdanvimab, dan Molnupiravir,” kata Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Togi Junice Hutadjulu seperti dilansir dari Antara di Depok, Kamis (30/6).

EUA merupakan persetujuan penggunaan obat selama kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat.

Pada pemaparan acara diskusi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (BEM FF UI), dia mengatakan, dalam Informatorium Edisi 3 yang diterbitkan BPOM, tercantum nama-nama obat terapi Covid-19 yang termasuk golongan antivirus. Antara lain Favipiravir, Remdesivir, Molnupiravir, Proksalutamid, dan Oseltamivir.

Dia menjelaskan, data dari BPOM menunjukkan bahwa industri farmasi di Indonesia sedang dalam tahap persiapan produksi obat antivirus Covid-19. Sebagian di antaranya telah aktif memproduksi obat tersebut.

”Namun, saya ingatkan, tidak ada obat yang benar-benar aman,” tutur Togi Junice Hutadjulu.

Hal itu, menurut dia, karena setiap obat pasti memiliki efek samping. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan laman situs resmi BPOM atau aplikasi Halo BPOM untuk memperoleh informasi yang akurat terkait obat-obatan.

”Sehingga diharapkan masyarakat terhindar dari hoaks,” ucap Togi Junice Hutadjulu.

BEM FF UI mengadakan diskusi publik untuk mengkaji serangkaian penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan tenaga medis sebagai strategi kuratif Covid-19. Diskusi menghadirkan Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor BPOM Togi Junice Hutadjulu. Selain itu hadir juga Guru Besar Farmasi FIKES UEU dan Purnabakti Guru Besar FFUI Maksum Radji, M. Biomed, dan Dekan Fakultas Farmasi UI Arry Yanuar.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: