alexametrics

PPDB Banyak Kontroversi, Kadisdik DKI: Ini adalah Langkah Perbaikan

30 Juni 2020, 17:03:13 WIB

JawaPos.com – Seleksi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta 2020 menjadi kontroversi selama beberapa pekan terakhir. Pasalnya, dalam beberapa jalur memprioritaskan umur tertua yang dijadikan acuan diterimanya Calon Peserta Didik Baru (CPDB).

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana mengatakan bahwa ini merupakan salah satu langkah perbaikan pendidikan di kawasan DKI Jakarta.

“PPDB itu merupakan salah satu cara untuk membuka pintu, saat ini kita sudah membuka pagar kepada seluruh sekolah sehingga kesenjangan-kesenjangan sekolah, baik sesama sekolah negeri, lalu negeri dengan swasta,” ungkap dia melalui telekonferensi pers, Selasa (30/6).

Ia pun mengakui, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pihaknya terkait pemeraraan kualitas pendidikan di Jakarta. Di mana umur tidak menjadi persoalan untuk CPDB agar mendapatkan pendidikan yang layak.

“Kami sangat yakin peran serta sekolah-sekolah swasta ini untuk menampung anak kami yang memang dalam daya tampung negeri yg terbatas, ini saatnya kami membuka diri, membuka pagar agar seluruh pendidikan yang didapat anak-anak di Jakarta ini berkualitas,” tutur dia.

Saat ini, kompetensi guru juga tengah ditingkatkan, karena kompetensi guru ini sangat penting untuk mendidik anak-anak di dalam kelas dari segala lapisan masyarakat. Kemudian, pihaknya juga tengah mengusung proses pembelajaran blended learning (pembelajaran campuran).

“Ada kolaborasi antar sekolah, kami punya 10 sekolah yang membersamai sekolah swasta di sekitarnya yang bisa belajar bersama, menggunakan sarana olahraga, laboratorium, ini yang sudah dilakukan, ini sudah mulai, bagaimana sekolah swasta dengan sekolah negeri ini nantinya akan mempunyai kesetaraan bersama,” tutup Nahdiana. (*)

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads