alexametrics

OJK Sebut Pembobolan Bank DKI Kesalahan Vendor

29 November 2019, 14:15:28 WIB

JawaPos.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan pembobolan bank DKI oleh petugas Satpol PP bukanlah kesalahan dari pihak bank. Pasalnya, pihak bank hanya memastikan penempatan mesin ATM di lokasi.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK, Slamet Edy Purnomo berkata bahwa vendor yang bertanggung jawab atas pembobolan tersebut. “Itu bukan kelemahan internal tapi vendornya, itu sudah diselesaikan dan selesai diperbaiki,” ujarnya di Menara Radius Prawiro, Jakarta, Jumat (29/11).

Ia memaparkan, bukan mesin ATM dari bank DKI yang menjadi korban pembobolan, melainkan berasal dari ATM bank lain. Dia menduga bahwa terdapat masalah aplikasi yang terjadi didalam mesin tersebut.

“Kebetulan hanya ATM yang diambil bukan dari DKI tapi bank lain. Anehnya hanya ATM bank lain kalau enggak salah, CIMB Niaga, itu sudah disadari dan sudah ada langkah-langkah perbaikan dan mereka (vendor) sudah melakukan perbaikan ya,” tambahnya.

Pihaknya menyarankan kepada para bank untuk selalu mengawasi pengerjaan produk dan layanan yang akan dirilis. Permasalahan tersebut akan menjadi pembelajaran agar kasus tidak terulang kembali.

“Makanya kami sarankan ke bank setiap bangun program produk dan layanan harus di verifikasi dan uji dalam tim, termasuk compliance dan risk management, tanpa proses itu kami tidak akan setujui,” kata dia.

Seperti diketahui, pada Jumat (22/11) lalu, terdapat kasus pembobolan ATM Bank DKI, sebanyak 41 Anggota Satpol PP Jakarta dikabarkan terlibat kasus tersebut. Kerugian ditaksir mencapai Rp 32 miliar.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads