alexametrics

Sopir Taksi Online Aniaya Penumpang dan Rampas Uang Rp 4 Juta

29 Juni 2019, 14:48:09 WIB

JawaPos.com – Kejahatan yang melibatkan pengemudi taksi online kembali terjadi. Kali ini pengemudi bernama Aris Suhandini, 31, diringkus Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya karena merampok dan menganiaya penumpang perempuan yang berinisial S, 22. Pelaku berhasil menggondol uang korban senilai Rp 4 juta.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, aksi tersebut terjadi pada Rabu (26/6). Saat kejadian korban baru pulang kerja dari Plaza Indonesia. Dia kemudian memesan taksi online melalui aplikasi. Tak lama mobil bernomor polisi B 777 NAY dengan pengemudi Aris tiba menjemput.

“Saat korban pulang kerja dari Plaza Indonesia menuju Apartemen Green Bay Pluit, korban memesan taksi online yang dikemudikan tersangka Aris Suhandini,” ungkap Argo kepada wartawan, Sabtu (29/6).

Lebih lanjut, Argo memenuturkan, setelah penjemputan, korban tidak diantar ke arah lokasi tujuan. Namun, di tengah perjalanan Aris malah mengancam korban menggunakan senjata tajam.

“Tersangka mengancam akan membunuh korban dengan senjata tajam dan meminta korban untuk menyerahkan uang,” sambungnya.

Tak berhenti di situ, kekejaman Aris semakin menjadi. Dia mengikat kedua tangan korban S menggunakan tali sepatu. Bibir dan leher korban pun turut terkena hantaman tangan pelaku.

“Akibatnya, gigi bagian bawah korban patah satu buah. Leher yang dipukul juga meninggalkan jejak memar,” sambung Argo.

Setelah itu, pelaku membawa korban ke sebuah mesin ATM di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Dia memaksa korban untuk menarik uang melalui kartu ATM. Dengan rasa takut, korban menuruti permintaan tersebut.

“Akhirnya korban menyerahkan uang sebesar Rp 4 juta. Uang itu diambil dari ATM Bank BCA Bulungan, Jakarta Selatan oleh korban bersama dengan tersangka Aris Suhandini,” ungkapnya.

Korban lantas melaporkan kejadian tersebut kepada aparat berwajib. Anggota polisi kemudian bergerak cepat, dan pelaku berhasil diringkus pada Jumat (28/6) siang WIB. Tapi, sejauh ini Argo masih belum merinci ihwal kronologi penangkapan tersebut.

“Tersangka Aris ditangkap kemarin, Jumat (28/6) siang di rumah kakaknya wilayah Jakarta,” tambahnya.

Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu unit handphone, satu unit mobil, bukti screnshoot pemesanan aplikasi taksi online, mutasi rekening korban, dan antena mobil yang dibuat untuk menakuti korban.

“Tersangka dikenakan Pasal 368 KUHP tentang Tindak Pidana Pemerasan. Ancamannya sembilan tahun penjara,” tutup Argo.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Sabik Aji Taufan


Close Ads