alexametrics

Istri Muda Jadi Dalang Pembunuhan Bapak dan Anak di Lebak Bulus

28 Agustus 2019, 10:17:55 WIB

JawaPos.com – AK, istri muda korban pembunuhan dan pembakaran Edi Chandra Purnama, 54, dan anaknya, M. Adi Pradana, 23, diduga menjadi dalang insiden nahas tersebut. Tersangka meminta kepada pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa korban. Hal ini lantaran, pelaku terlilit hutang dan ingin menguasai harta benda korban.

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.  “Itu keterangan sementara seperti itu. Karena dililit hutang, tersangka AK ini terlilit hutang,” ujar Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/8) malam.

Argo menjelaskan karena terlilit hutang, lantas AK minta korban Edi menjual saja rumahnya untuk membantu membayar hutang. Tapi, penolakan yang didapat AK. Korban Edi menolak karena rumah mau diwariskan ke anak kandungnya, Adi yang juga jadi korban pembunuhan. Lantas, si korban Edi malah mengancam AK akan membunuhnya jika coba-coba menjual rumahnya.

“AK ini mempunyai hutang, kemudian dia kepingin menjual rumahnya, tapi karena suami ini mempunyai anak tidak setuju dan dia (Edi) mengatakan kalau menjual rumah ini kamu akan saya bunuh,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, dua eksekutor pembunuh Edi Chandra Purnama (ECP), 54, dan anaknya M. Adi Pradana (D), 23, yang jasadnya ditemukan terbakar di Sukabumi, Jawa Barat tiba di Polda Metro Jaya, Selasa (27/8) malam. Kedua tersangka ini adalah Kusmawanto Agus, 24, dan Muhammad Nur Sahid. Mereka ditangkap di Lampung pagi tadi.

Saat tiba di Polda Metro Jaya, keduanya dikawal ketat oleh anggota polisi menggunakan mobil. Saat turun kendaraan, keduanya terlihat pincang. Perban melilit di kaki mereka. Tak ada sepatah katapun yang terlontar dari mereka.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian mengatakan, jajarannya masih melakukan pendalaman kasus ini. Dari keterangan sementara yang didapat dari dua pelaku intelektual kasus ini, Aulia Kesuma (AK), 35 dan anaknya, KV, mereka menyatakan membunuh korban dengan racun dan miras.

Racun itu diberikan kepada ECP dicampur di dalam minuman, di rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sedangkan D dicecoki miras oleh KV hingga pingsan. Saat tak sadarkan diri, KV dibekap hingga tewas.

“Diberikan miras dan racun, namun hasil minuman ini belum tahu hasilnya apa. Kemudian korban pingsan lalu dibekap dengan dipegang oleh dua orang tersangka ini (yang diamankan di Lampung),” kata Jerry.

Diketahui, tersangka AK merupakan istri dari ECP. Sedangkan KV anak tirinya. Dua tersangka ini merupakan otak pembunuhan keji terhadap korban. Menyadari suaminya sudah tak bernyawa, AK kemudian merencanakan pembunuhan kepada D. KV ditugasi olehnya untuk memanggil D ke rumah hingga akhirnya dicecoki miras dan dibekap.

“Lalu kembali AK ini panggil anaknya. Dipanggil oleh D untuk ke rumah lalu diajak minuman miras, setelah setengah sadar korban dibekap oleh handuk dengan dipegangi oleh kedua orang tersangka,” imbuh Jerry.

Setelah suami dan anak tirinya meninggal, AK dan KV beserta dua eksekutor membawa korban ke wilayah Sukabumi menggunakan dua mobil. Korban saat itu berada di mobil yang dikemudikan KV. Di sana korban dibakar di dalam mobil. AK kemudian memberikan sejumlah uang kepada dua orang eksekutor ini untuk kembali ke kampung halamannya di Lampung. “Lalu dua orang ini diberikan uang sebesar Rp 8 juta untuk pulang ke Lampung,” kata Jerry.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads