alexametrics

2 Pejabat Utama Pemprov DKI Mundur dari Pemerintahan Anies Baswedan

28 Februari 2020, 14:46:17 WIB

JawaPos.com – Dua pejabat utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mundur dari jabatannya di pemerintahan yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Mereka yakni Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Provinsi DKI Jakarta Kelik Indriyanto dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta Subedjo.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DKI Jakarta, Chaidir menjelaskan, Kelik mengundurkan diri usai dilakukan evaluasi atas hasil Perjanjian Kinerja (Perkin) tahunan yang tidak mencapai target dalam satu tahun terakhir. Berdasarkan evaluasi kinerja, diperoleh hasil sekitar 80-85 persen, sedangkan standar minimal yang harus dipenuhi 90 persen.

“Setelah dievaluasi oleh tim, (Kelik) tinggal memilih hak dan kewajibannya sebagai PNS. Mau disanksikan berdasarkan PP 53 (tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil) atau dengan hati nuraninya ingin membantu di bagian SKPD mana,” ungkap Chaidir, Jumat (28/2).

Kelik kemudian memutuskam bergabung dengan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). BKD memastikan Kelik sudah menempuh prosedur sesuai dengan aturan mekanisme yang berlaku dalam Perjanjian Kinerja.

Sementara itu terkat mundurnya Subedjo, berkaitan dengan cuti besar selama tiga bulan ke depan untuk mengikuti ujian tes sebagai Widyaiswara. Hal itu ditempuh oleh Subedjo karena dalam beberapa bulan mendatang dia sudah memasuki masa pensiun sebagai PNS.

“Untuk proses alih fungsi Widyaiswara, mekanismenya harus ada beberapa tahapan. Pertama, melengkapi administrasi dengan mengirim surat pribadi ke BKD, kemudian BKD memproses lebih lanjut ke lembaga administrasi negara, melihat formasi Widyaiswara di BPSDM,” imbuh Chaidir.

Diketahui, Widyaiswara merupakan PNS yang diangkat sebagai pejabat fungsional oleh pejabat yang berwenang dengan tugas, tanggungjawab, wewenang untuk mendidik, mengajar dan/atau melatih Pegawai Negeri Sipil pada Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemerintah. Masa jabatan dari Widyaiswara Ahli Utama dapat mencapai 65 tahun, sehingga dapat memperpanjang masa bakti pejabat eselon II yang hanya maksimal mencapai usia 60 tahun.

“Karena beliau (Subedjo) juga sudah mengukur batas usia pensiun pejabat itu sampai 60, mungkin tinggal beberapa bulan lagi. Makanya, beliau melakukan alih fungsi,” ucap Chaidir.

Dia menerangkan, proses pengajuan cuti Subedjo sudah dilakukan sejak pertengahan Januari dan tidak berkaitan dengan banjir yang menimpa sebagian wilayah Jakarta beberapa hari terakhir. “Awalnya beliau mengajukan bukan saat momentum ini. Sudah lama. Sebelum ada bencana ini. Di pertengahan Januari, dia sudah mengajukan untuk memproses Widyaiswara,” pungkas Chaidir.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads