alexametrics

Penunggak Iuran BPJS Ketenagakerjaan Bakal Ditagih

27 September 2019, 14:09:05 WIB

JawaPos.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tidak hanya gencar dalam pemenuhan kewajibannya untuk memberikan hak-hak setiap peserta. Namun, juga gencar menindak tegas terhadap para pelaku usaha yang masih tidak patuh atau membandel karena tidak membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam upaya penanganan perusahaan tidak patuh dalam penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan wilayah Jakarta Pusat dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Salemba, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kebon Sirih, dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gambir menandatangani perpanjangan kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Salemba, Amdaustri Putra Tura mengatakan, pihaknya sudah bekerjasama dengan Kejari Jakarta Pusat selama dua hari. Adanya kerja sama ini banyak hal positif yang sudah tercapai dan dinilai efektif untuk melakukan penagihan terhadap penunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini sangat efektif. Dalam dua tahun terakhir, bersama Kejari Jakarta Pusat, untuk tiga cabang yakni Salemba, Kebon Sirih dan Gambir berhasil menarik lebih dari Rp 20 miliar tunggakan dari perusahaan,” terang Amdaustri, Kamis (26/9).

Menurut Amdaustri, sanksi pidana untuk setiap perusahaan tidak patuh juga telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Dimana upaya hukum tersebut ditujukan untuk perusahaan – perusahaan yang kerap memberikan edukasi hukum dalam penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan namun tetap memilih untuk tidak patuh.

“Kami mengharap perusahaan untuk lebih taat dalam membayarkan iuran. Sebab, itu sudah menjadi hak untuk para pekerja,” tuturnya.

Dikatakan Amdaustri, penagihan terhadap penunggak iuran dilakukan oleh pihaknya dengan cara persuasif selama enam bulan pertama. Namun, pihaknya harus bertindak tegas ketika upaya tersebut tidak berhasil. Pihaknya akan meminta bantuan kepada pihak Kejari Jakarta Pusat untuk bertindak.

“Jadi kalau enam bulan le atas kita serahkan ke Kejaksaan. Kalau sebelum enam bulan kita masih lakukan upaya persuasif. Jika langkah ini tidak berhasil, kita serahkan ke lembaga hukum dalam hal ini Kejari untuk melanjutkan,” terangnya.

Amdaustri menyebut, para penunggak itu memang sengaja tidak mau membayar. Sebab, pihaknya telah melayangkan surat dan melakukan pendekatan. Namun, hal itu tidak digubris. Untuk itulah, pihaknya menggandeng Kejari Jakarta Pusat untuk menindak. “Jadi mereka emang sengaja ngga bayar. Tapi ada juga perusahaan yang sedang mengalami kesulitan finansial atau keuangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Jakarta Pusat, Sugeng Riyanta mengatakan, perusahaan yang tidak membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan bisa dikategorikan perbuatan melawan hukum. Kejaksaan diberikan kewenangan untuk menindak secara hukum perusahaan bandel tersebut. Bahkan, pihaknya dapat mengajukan pembubaran terhadap perusahaan tersebut.

“MoU ini tentunya sebagai payung. Tentunya ke depan kami sebagai pengacara negara, apabila dibutuhkan BPJS selaku klien kami, dapat melakukan tindakan bantuan hukum mitigasi maupun non mitigasi,” jelasnya.

Sugeng mengungkapkan, kerjasama yang sudah berjalan sejauh ini adalah soal optimalisasi penagihan dan pemulihan keuangan negara melalui penagihan perusahaan tidak taat iuran. Ia menegaskan, apabila cara pendekatan tidak direspon, maka pihaknya akan memanggil perusahaan tersebut untuk diberikan pencerahan hingga terjadi kesepakatan membayar.

“Terakhir dalam waktu hanya dua hari kami bisa menarik uang sekitar Rp 1 miliar,” ungkapnya.

Dalam kegiatan penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Gambir Singgih Marsudi, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan wilayah Kebon Sirih Tonny Widijo Kristanto, dan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Jakarta Pusat Feni Nilasari, para Wasrik dan Jaksa Pengacara Negara dari Kejari Jakarta Pusat.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Yogi Wahyu Priyono


Close Ads