alexametrics

Kasus Penjualan Anak di Bawah Umur, Polisi Amankan Lagi 2 Pelaku

27 Januari 2020, 12:43:47 WIB

JawaPos.com – Jajaran kepolisian kembali mengamankan 2 orang lagi yang diduga terlibat dalam kasus penjualan anak di bawah umur untuk dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK) berkedok kafe remang-remang. Mereka yang diamankan berinisial H dan AH.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan para pelaku diamankan sejak Sabtu (25/1).  “Kemarin kita berhasil amankan lagi 2 pelaku yang memiliki peran hampir sama sebagai pencari dan juga menjual kepada Kafe Khayangan,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (27/1).

Keduanya ditangkap di dua lokasi berbeda. Yakni di Limo, Depok, Jawa Barat. Dan di wilayah Jakarta Barat. Yusri menerangkan, kedua orang ini diduga berperan sebagai agen penjual anak di bawah umur. Untuk H dia juga diduga memasarkan para korban. Namun, kepada polisi dia mengaku hanya orang dewasa yang dijajakan kepada kafe penampung.

Polisi saat ini masih mengumpulkan data untuk membuktikan pengakuan pelaku. “AH itu dia rekrut (korban) dari Jawa Barat, pengakuannya sih ada dua (korban) yang dia lempar ke Kafe Khayangan,” imbuh Yusri.

Kedua pelaku biasa menawarkan pekerjaan sebagai pramusaji restoran. Namun, akhirnya diperkejakan sebagai budak seks. “Dia (pelaku) menawarkan (korban) menjadi pramusaji dengqn gaji Rp 5-6 juta per bulan,” pungkas Yusri.

Polda Metro Jaya menyakini masih ada pelaku-pelaku lain yang terlibat dalam bisnis panas ini. Saat ini penyelidikan masih terus dilakukan.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap kasus perdagangan manusia (human trafficing) di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Sindikat ini bekerja dengan modus kafe remang-remang. Mirisnya, para korbannya adalah anak di bawah umur. Kombes Yusri Yunus mengatakan, para korban ini diperlakukan secara sadis oleh para pelaku. Mereka dipaksa melayani minimal 10 laki-laki hidung belang. Setiap hari.

“Subdit Renakta Polda Metro Jaya telah berhasil mengamankan enam pelaku yang ditetapkan tersangka dan sudah ditahan dengan peran mengekploitasi anak di bawah umur,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/1).

Mereka yang diamankan yakni R alias A, T alias A, D alias F, TW, A, dan E. Seluruhnya diamankan pada Senin (13/1). Masing-masing pelaku memiliki peran berbeda.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan


Close Ads