alexametrics

Tahun Depan, Fase III MRT Jakarta Jalur Timur-Barat Akan Dicanangkan

26 Juli 2019, 07:39:42 WIB

JawaPos.com – PT MRT Jakarta berencana mencanangkan pembangunan Fase III MRT Jakarta dengan jalur Timur-Barat akan dicanangkan pada tahun 2020 mendatang. Diketahui, jalur itu akan melintas dari Kalideres, Jakarta Barat hingga Ujung Menteng, Jakarta Timur.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar mengatakan, tahun depan pihaknya berencana mencanangkan pembangunan Fase III MRT Jakarta dengan jalur Timur-Barat. Adapun pembangunan itu dilakukan secara paralel dengan Fase II. “Setelah fase I Bundaran HI- Lebak Bulus kita selesaikan, fase II mulai kita kerjakan, dan fase III rencananya bisa dicanangkan tahun depan, yakni dari Kalideres ke Ujung Menteng,” ujarnya pada wartawan, Kamis (25/7).

Menurutnya, fase III itu memiliki panjang 31 km, yang mana terbagi atas dua stage, yakni di Kalideres-Cempaka Baru sepanjang 21 km dan dari Cempaka Baru-Ujung Menteng sepanjang 12 km. Fase II dan III itu tengah menjadi program prioritas MRT Jakarta saat ini. “Akan ada dua Depo ya (di Fase III), satu di area Kalideres dan satunya di area Ujung Menteng. Lalu, akan ada 22-23 stasiun mulai dari Kalideres sampai ke Ujung Menteng,” tuturnya.

Menurutnya, titik temu antara fase III, dengan fase I, dan II bakal ada di area Sarinah. Pihaknya pun akal melakukan pemaparan rencana fase III itu, khususnya ke pendonor utama MRT Jakarta. Pihaknya pun optimis bakal mendapatkan pendonor yang bakal memberikan dukungan pada pengerjaan fase III tersebut.

Terkait pembebasan lahan di fase III, paparnya, dalam study yang dilakukan pihaknya nanti bakal dilakukan pemetakan area mana saja yang bakal dibebaskan. Adapun pembesan lahan tentunya bakal dilakukan pemerintah.

Lalu, pihaknya pun bakal melakukan pembicaraan dengan pihak swasta yang lahannya akan dilalui Stasiun MRT Jakarta. Mengingat, fase I MRT Jakarta menunjukan titik wilayah yang dilalui Stasiun MRT Jakarta mengalami peningkatan nilai kawasan hingga membawa ke peningkatan bisnis.

“Tingkatan bisnis bisa di lihat sendiri di Lebak Bulus ini 2-3 kali peningkatannya, di Blok M itu sampai tiga kali. Jadi itu memberikan peningkatan nilai kawasan dan kita terbuka untuk membicarakan soal pembebasan lahan secara business to business. Kita akan studikan, mudah-mudahan bisa jadi bagian studi yang dikerjakan,” katanya.

Puluhan Ribu Penumpang

Ilustrasi Moda Transportasi Massal MRT Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

William P Sabandar menbahkan, selama bulan April-Juli 2019 ini, jumlah penumpang MRT Jakarta mencapai 81.388 orang. Selama 4 bulan itu, jumlah penumpang mengalami peningkatan tiap bulannya.

“Rata-rata jumlah penumpang bulan April 2019 mencapai 79.644, bulan Mei 2019 mencapai 72.655, bulan Juni 2019 8.1816, dan bulan Juli 2019 mencapai 94.824. Adapun rata-rata penumpang perhari selama 4 bulan mencapai 81.388,” tutur dia.

Menurutnya, jumlah penumpang di bulan April cukup tinggi karena ada potongan harga tarif MRT sebesar 50 persen. Di bulan Mei penumpang naik-turun karena adanya kejadian 22 Mei dibarengi menjelang libur lebaran.

Lalu, di bulan Juni penumpang mengalami kenaikan karena libur lebaran baru saja berakhir, sedang di bulan Juli penumpang naik mengingat libur sekolah mulai berakhir. “Kita harap ini terus ditingkatkan karena target kita tahun ini berupaya mencapai 100 ribu penumpang. Apalagi melihat kenaikan di bulan Juni ke Juli 2019 naik hingga 15,9 persen,” tuturnya.

Dia menerangkan, secara on time performers kegiatan layanan MRT Jakarta di bulan Juli 2019 ini periode perjalanan MRT sangat baik. Ketepatan waktu kedatangan antar stasiun 100 persen dan tak ada keterlambatan sama sekali, lalu ketepatan waktu tempuh kereta 100 persen, dan pencapaian waktu berhenti di stasiun pun 100 persen. “Maka itu, secara performa dikatakan 100 persen di bulan ini,” pungkasnya.

Editor : Bintang Pradewo


Close Ads