alexametrics

Dampak Dari Kerja di Rumah, Kualitas Udara Jakarta Membaik

26 Maret 2020, 15:53:14 WIB

JawaPos.com – Penerapan kebijakanWork From Home (WFH), belajar, dan ibadah dari rumah untuk mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 berdampak positif pada kualitas udara di DKI Jakarta. Berdasarkan pantauan, polusi udara terbilang menurun.

“Kualitas udara di Jakarta membaik,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih saat dikonfirmasi JawaPos.com, Kamis (26/3).

Kendati demikian, Andono menyebut penurunan polusi udara ini tidak semata-mata hanya dipengaruhi oleh WFH. “Hujan yang turun di Jabodetabek juga turut membantu tercucinya atmosfer dari polusi,” tambahnya.

Dia memaparkan, berdasarkan pemantauan di 5 Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, hasilnya menunjukan perbaikan kualitas udara. Terutama menurunnya kosentrasi parameter PM 2.5 selama penerapan WFH.

“Namun, penurunan ini juga konsisten dengan tingkat curah hujan. Ketika curah hujan tinggi, kosentrasi parameter PM 2.5 menunjukan penurunan dan ketika hari-hari tidak hujan, kosentrasi parameter PM 2.5 sedikit meningkat,” jelas Andono.

Selain itu, arah angin juga berpengaruh terhadap polutan jenis PM 2.5 ini atau partikel debu halus berukuran 25 mikrogram/m³. “Arah angin yang mengarah ke Ibukota juga mempengaruhi konsentrasi parameter PM 2.5,” tandas Andono.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads