alexametrics

50 Orang Tenaga Medis dari 24 RS di DKI Jakarta Terpapar Virus Korona

26 Maret 2020, 16:06:28 WIB

JawaPos.com – Jumlah pasien positif korona jenis baru (COVID-19) terus bertambah. Bukan hanya dari kelompok masyarakat biasa yang terjangkit, melainkan tenaga medis yang merawat pasien pun rentan terpapar.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, sampai hari ini total ada 50 orang tenaga medis yang tertular korona. Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

“Angka itu menggambarkan besarnya resiko. Dan ada 2 meninggal, seluruhnya terjadi di 24 rumah sakit di Jakarta,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (26/3).

Melihat data tersebut, Anies menilai tenaga medis butuh dukungan lebih dari pemerintah. Sebab mereka merupakan pasukan terdepan dalam upaya penanggulangan korona.

Oleh karena itu, mereka harus dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai ketika bertugas. Selain itu, mereka juga akan mendapat prioritas untuk rapid test COVID-19.

“Tes COVID-19 rapid test diprioritaskan untuk tenaga medis. Sehingga mereka tenang saat bertugas dan bila ada gejala awal mereka cepat tertangani,” imbuh Anies.

Sementara itu, Kepala Bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia Handayani mengatakan, Pemprov DKI telah menerima 100 ribu alat rapid test. Nantinya akan diprioritaskan untuk tenaga medis dan masyarakat yang memiliki contact tracing dengan pasien positif maupun PDP korona. Dengan begitu, deteksi bisa dilakukan lebih cepat

“Saat rapid test yang negatif akan dilakukan uji ulang setelah beberapa waktu tertentu. Dan yang positif akan diuji lewat swab tenggorokan,” kata Lies -sapaan akrab Dwi Oktavia-.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Kuswandi

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads