alexametrics

Pemkab Bogor Lamban, Warga Parung Panjang Bergerak Cegah Covid-19

25 Maret 2020, 14:21:19 WIB

JawaPos.com – Jumlah pasien positif covid-19 di Kabupaten Bogor terus bertambah. Sebarannya meluas ke beberapa kecamatan. Situasi itu membuat warga semakin khawatir. Mereka takut virus dari Tiongkok itu menginfeksi orang-orang di sekitarnya.

Di Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor sejumlah warga berupaya mencegah coronavirus diseases dengan melakukan penyemprotan disinfektan secara swadaya. Mereka menyasar rumah ibadah dan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) lainnya. Sasaran tersebut adalah musala, masjid, gereja, dan pos ronda.

“Kami terpaksa bergerak sendiri untuk menangkal virus itu jangan sampai menjangkiti warga di sini,” ujar Ketua RT 2/RW 12, Desa Parung Panjang, Yusuf Maulana kepada JawaPos.com, Rabu (25/3).

Disinfektan itu merupakan sumbangan dari donatur dan warga. Namun jumlahnya tidak terlalu banyak. Sehingga penyemprotan baru dioptimalkan di tempat umum. Sementara untuk rumah warga belum bisa. “Kami mengajak warga untuk mengupayakan disinfektan secara swadaya atau mandiri tanpa harus menunggu pemerintah daerah,” imbuh Yusuf.

Beberapa waktu lalu sempat dikabarkan ada pasien positif covid-19 meninggal di Parung Panjang. Setelah ditelusuri warga ternyata itu bukan warga setempat. Hanya rumah orang tua salah seorang pasien positif covid-19. Warga yang meninggal itu bertempat tinggal di kawasan Tangerang. Hanya saja rumah orang tua mereka di salah satu perumahan Desa Kabasiran, Kecamatan Parung Panjang.

“Warga sempat resah atas informasi itu. Lantas ketika ditelusuri ternyata bukan di Parung Panjang,” kata Yusuf.

Dia menyadari bahwa warga kawasan Kecamatan Parung Panjang memiliki potensi besar tertular korona. Karena, umumnya warga di Parung Panjang adalah masyarakat urban. Mereka mengandalkan moda transportasi masal seperti KRL untuk aktivitas sehari-hari. Terutama ke Jakarta atau wilayah Jabodetabek.

“Di KRL potensi tertular cukup tinggi. Jarak antarpenumpang sangat dekat. Tidak ada yang bisa memastikan penumpang yang sehat dan bersih dari covid-19,” imbuhnya.

Atas kondisi itu dia dan warga bergerak untuk membuat langkah antisipatif. Di antaranya membuat disinfektan. Sedangkan untuk langkah lebih jauh lagi belum mampu. Mengandalkan dari pemerintah daerah sangat tidak  mungkin karena terkesan lamban.

Kepala Desa Parung Panjang Syahlan Robin mengklaim sudah mengimbau warga untuk mengatur jarak jika berada di luar rumah. Dia meminta warga untuk menahan diri di rumah.

Sedangkan langkah untuk penyemprotan disinfektan Syahlan mengaku belum bisa melakukan untuk warga. Alasannya, kas desa masih nol. Dana desa pun belum cair dari pemerintah. “Kewenangan kami terbatas. Kami butuh petunjuk dari pemkab atau camat kalau bergerak,” tukasnya.

Dia mempersilakan warga untuk bergerak secara swadaya. Baik dalam penyediaan hand sanitizer, masker ataupun penyediaan disinfektan.

Dilaporkan Antara, Bupati Bogor Ade Yasin menyebut bahwa di wilayahnya terdapat tujuh kasus pasien positif covid-19. Satu di antaranya meninggal dunia.

Pasien positif terakhir adalah perempuan berusia 23 tahun. Berdomisili di Kecamatan Cileungsi. Pasien tersebut kini menjalani perawatan di ruang isolasi yang terdapat di Wisma Atlet Hambalang.

Hingga Selasa (24/3, Pemkab Bogor mencatat sebanyak 146 orang dalam pemantauan (ODP), 90 orang di antaranya dinyatakan negatif COVID-19 setelah menjalani pemeriksaan. Kemudian ada sebanyak 55 pasien dengan pengawasan (PDP), 18 orang di antaranya dinyatakan negatif COVID-19 setelah menjalani pemeriksaan.

Dari enam pasien positif COVID-19 lainnya, satu di antaranya enggan masuk dalam data sebaran COVID-19 Pemkab Bogor. Lima pasien sisanya yaitu pertama perempuan berusia 67 tahun tinggal di Kecamatan Bojonggede yang meninggal dunia pada Kamis (19/3) dini hari.

Pasien kedua adalah laki-laki berusia 35 tahun, anak dari pasien pertama yang juga berdomisili di Kecamatan Bojonggede. Pasien ketiga, seorang laki-laki berusia 27 tahun berdomisili di Kecamatan Cibinong, berprofesi sebagai pramugara.

Pasien keempat yaitu seorang laki-laki berusia 36 tahun yang berdomisili di Kecamatan Bojonggede. Dokter yang bertugas di sebuah Rumah Sakit Jakarta itu memiliki riwayat memeriksa pasien kasus positif COVID-19.

Kemudian, pasien kelima seorang laki-laki berusia 30 tahun yang berdomisili di Kecamatan Gunung Putri. Ia merupakan perawat di salah satu rumah sakit Jakarta yang pernah menangani pasien kasus positif COVID-19.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Antara

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads