alexametrics

Cegah Penularan COVID-19, Polda Metro Jaya Tiadakan Jam Besuk Tahanan

25 Maret 2020, 11:57:44 WIB

JawaPos.com – Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda Metro Jaya memutuskan meniadakan sementara waktu jam besuk tahanan. Keputusan ini diambil guna menekan potensi penularan wabah virus Korona jenis baru (COVID-19).

“Sekarang jam besuk ditiadakan untuk sementara waktu,” ucap Dirtahti Polda Metro Jaya, AKBP Barnabas saat dikonfirmasi, Rabu (25/3).

Barnabas menjelaskan, kebijakan ini sudah berjalan sejak Senin (23/3) lalu. Rencananya peniadaan jam besuk ini akan berlaku hingga 2 pekan ke depan. Seiring dengan itu, Polda Metro Jaya akan melakukan evaluasi situasi penyebaran virus Korona.

“(Peniadaan jam besuk tahanan) mulai tanggal 24 Maret sampai dengan 6 April atau dilakukan selama dua minggu,” jelasnya.

Diketahui, total pasien positif COVID-19 di DKI Jakarta hingga Selasa (24/3) sebanyak 427 orang, pasien sembuh 23 orang, meninggal 32 orang. Sedangkan jumlah yang menjalankan self isolation di rumah yaitu 106 orang dan masih dalam perawatan sebanyak 266 orang.

Sementara itu, untuk yang masih menunggu hasil laboratorium berjumlah 443 orang. Tenaga kesehatan yang terinfeksi sebanyak 44 orang (1 di antaranya meninggal), tersebar di 22 Rumah Sakit.

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.730 orang (444 masih dipantau, 1.286 sudah selesai dipantau). Untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yaitu 800 orang (529 masih dirawat di RS, 271 sudah pulang dan sehat). Jumlah pasien evakuasi AGD sebanyak 2 orang, sehingga total sampai hari ini yang telah dievakuasi tim AGD sebanyak 59 orang.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads