alexametrics

Kapolri Minta Wilayah Berpacu Kejar Target 70 Persen Vaksinasi

23 Desember 2021, 15:18:12 WIB

JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dan Kasum TNI Letjen Eko Margiyono memantau kegiatan akselerasi percepatan vaksinasi yang diadakan di seluruh Provinsi di Indonesia dari Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat. Dalam vaksinasi serentak ini, menyediakan 1,2 juta dosis vaksin.

Dalam arahannya, Kapolri Sigit meminta kepada wilayah yang belum mencapai target vaksinasi 70 persen untuk berpacu dalam mengejar target tersebut. Dari data yang dimilikinya, rata-rata untuk vaksin kedua sudah mencapai 40 persen. Dia lantas mengapresiasi beberapa wilayah di Indonesia yang capaian vaksinasi pertamanya sudah mencapai angka 100 persen. Seperti, DKI Jakarta, Kepri, Jogjakarta, dan Kalimantan Timur.

“Terima kasih karena hari ini rekan-rekan semua telah melaksanakan kegiatan vaksinasi serentak. Tadi dilaporkan kurang lebih 5 ribu titik dengan target minimal hari ini 1,2 juta dosis,” kata Sigit saat menyapa secara virtual kegiatan vaksinasi se-Indonesia, Kamis (23/12).

Sigit menyadari, setiap wilayah memiliki tantangan dan kesulitan yang berbeda-beda. Namun, kata Sigit, hal itu bisa diantisipasi dengan modifikasi strategi yang disesuaikan dengan wilayah masing-masing. Menurutnya, akselerasi vaksinasi demi mewujudkan kekebalan komunal sebagaimana target Presiden Joko Widodo sangat penting dilakukan. Sebab, vaksinasi juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi varian baru Covid-19 yakni, Omicron.

“Jadi tolong yang masih belum, rekan-rekan bisa menanyakan atau kemudian melakukan modifikasi terkait dengan strategi. Saya tahu, masing-masing wilayah memiliki kesulitan yang berbeda. Ini perlu dilakukan karena varian baru Omicron, dan Kepala BNPB sudah sampaikan telah terdeteksi delapan pasien,” ucap Sigit.

Lebih lanjut dia mengatakan, akselerasi vaksinasi juga sebagai upaya untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 setelah libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Selama periode Nataru, Sigit menyampaikan ada Operasi Lilin yang di dalamnya juga telah disiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan.

“Kita membuat di pos pengamanan dan pos pelayanan untuk mendukung strategi vaksinasi. Kita siapkan gerai vaksin dan di rest area kita siapkan pos pengamanan. Saat aplikasi PeduliLindungi mendeteksi ada masyarakat belum vaksin, baru vaksin sekali, atau terkonfirmasi positif langsung dilakukan langkah-langkah yang perlu. Yang belum vaksin, kita vaksin. Kemudian yang terkonfirmasi kita tempatkan di tempat isolasi sementara lantas ditindaklanjuti apakah kita bawa ke rumah sakit rujukan atau tempat isolasi,” papar Sigit.

Dengan upaya itu, Sigit berharap di periode Nataru nanti aktivitas masyarakat dapat berjalan baik sehingga bisa bermuara pada pengingkatan ekonomi. Di sisi lain, penegakan protokol kesehatan serta pengendalian Covid-19 dapat berjalan dengan baik. “Kita tetap harus waspada dan menjaga agar laju Covid-19 bisa dikendalikan dengan menegakan aturan prokes secara ketat, lalu kuat dalam akselerasi percepatan vaksinasi, dan memperkuat langkah-langkah 3M dan 3T. Semua itu jadi satu bagian yang harus kita laksanakan di operasi Nataru kali ini,” tutur Sigit.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads