alexametrics

Bandar Narkoba Penabrak Polisi Ditangkap Polres Jakpus di Semarang

23 November 2021, 10:25:50 WIB

JawaPos.com–Tim khusus gabungan dari Satresnarkoba dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat menangkap satu tersangka penabrak Iptu JM saat penyergapan di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (21/11). Bandar Narkoba itu ditangkap di Semarang.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombespol Hengki Haryadi mengatakan, tersangka diduga bandar narkoba tersebut ditangkap di perbatasan Semarang, Jawa Tengah. ”Timsus Polres Metro Jakpus yang melakukan pengejaran bandar narkoba yang menabrak IPTU JM, telah menangkap satu tersangka inisial C di daerah Jawa Tengah,” kata Hengki sepertin dilansir dari Antara di Jakarta, Selasa (23/11).

Hengki belum merinci kapan C berhasil ditangkap petugas. Polisi pun masih melakukan pengejaran terhadap tersangka lain yang juga melarikan diri ketika penyergapan dilakukan di Rest Area KM 208 Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu (21/11) pagi.

Hengki menjelaskan, tersangka berinisial C ditangkap petugas, Senin malam (22/11).

Iptu JM mengalami luka parah, yakni patah tulang di bagian kaki kiri, sedangkan anggota lainnya mengalami luka ringan.

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Indriwienny Panjiyoga menjelaskan, pihaknya sempat melepaskan tembakan peringatan ke arah mobil tersangka saat kedua bandar narkoba mencoba melarikan diri. Tembakan peringatan itu sempat terkena salah satu bagian pintu mobil.

Meski sudah dilakukan tembakan peringatan, kedua pelaku tak mengindahkan peringatan itu dan tetap melarikan diri. ”Pada saat tersangka melarikan diri, anggota kami sempat menembak terkena di satu bagian pintu mobil. Tapi tersangka tetap tidak berhenti,” kata Panjiyoga.

Alhasil, polisi pun melakukan pengejaran cukup jauh hingga ke daerah Beber, Kabupaten Cirebon. Polisi menemukan mobil kedua pelaku beserta barang bukti sabu-sabu.

Pelaku diketahui melarikan diri ke arah pemukiman warga tidak jauh dari lokasi ditemukannya mobil beserta barang bukti sabu-sabu seberat total 35 kilogram tersebut. ”Sudah pergi, karena mereka masuk perkampungan,” terang Indriwienny Panjiyoga.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads