alexametrics

6 Bulan Beroperasi, MRT Angkut 12 Juta Penumpang

23 Oktober 2019, 16:24:59 WIB

JawaPos.com – Moda Raya Transportasi (MRT) Jakarta telah beroperasi secara penuh hampir 6 bulan. Selama periode itu, respons masyarakat terhadap transportasi ini terbilang sangat positif. Hal itu tergambar dari data jumlah penumpang yang berhasil diangkut Ratangga hingga jutaan orang.

Corporate Secretary Division Head Jakarta, Muhammad Kamaluddin mengatakan, selama hampir 6 bulan beroperasi MRT sudah mengangkut sekitar 11 sampai 12 juta penumpang. Dengan rincian per bulan yaitu 2,2 juta penumpang.

“Kalau rata-rata per hari di bulan kemarin 90 ribu penumpang. Grafiknya meningkat terus. Kami proyeksikan bulan Desember bisa sampai 100 ribu per hari,” kata Kamal kepada JawaPos.com, Selasa (22/10).

Kamal mencatat, waktu tersibuk MRT melayani penumpang terjadi pada setiap hari Jumat, disusul hari Kamis dan Rabu, serta akhir pekan. Stasiun terpadat sendiri berada di Lebak Bulus dan Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Melihat grafik yang terus melonjak ini, MRT berkomitmen terus menjaga pelayanan kepada publik. Terutama aspek ketepatan perjalanan dan tibanya kereta di setiap stasiun.

“Interkoneksi juga kan kita upayakan terus, dengan Transjakarta misalnya akan dibangun integrasi di Stasiun Bundaran HI dan Stasiun ASEAN,” imbuh Kamal.

Penumpang memadati Stasiun MRT Jakarta. (Salman Toyibi/ JawaPos.com)

MRT juga akan mengembangkan integrasi dengan gedung-gedung sekitar stasiun MRT. Seperti Stasiun Lebak Bulus dengan Point Square, Stasiun Blok M dengan Blok M Plaza. Ke depan akan dikembangkan lagi dengan gedung-gedung di sekitar stasiun Fatmawati dan Cipete.

“Juga transit Plaza di Lebak Bulus sudah beroperasi untuk membantu penumpang dengan nyaman dan aman mengakses stasiun MRT. Sehingga masyakat akan semakin mudah menjangkau MRT,” imbuh Kamal.

MRT juga sudah mulai membangun fasilitas parkir untuk para pesepeda. Di fase pertama ini baru dioperasikan di 7 stasiun layang MRT. Sedangkan untuk stasiun bawah tanah (underground) ditargetkan akan dibangun pada akhir tahun 2019.

Lebih lanjut, Kamal menbahkan, MRT juga tengah mengembangkan program-program promosi dengan sejumlah tenant di dalam stasiun maupun di sekitarnya. “Seperti di Plaza FX penumpang yang menunjukan tiket MRT bisa mendapatkan harga promo untuk berbelanja, atau makan. Ini bisa menjadi tambahan untuk insentif pengguna menggunakan MRT,” pungkasnya.

Terakhir, MRT juga telah melakukan kerja sama dengan Metro Seoul, Korea Selatan. Kesepakatan ini akan terfokus pada saling berbagi teknologi dan keahlian dalam hal operasi dan pemeliharaan MRT.

Diketahui, MRT melewati 13 stasiun di Fase 1, yaitu dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia. Lintasannya sepanjang 16 kilometer. Enam kilometer di antaranya di bawah tanah (underground) yang melalui enam stasiun, yaitu Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia.
Sedangkan sepuluh kilometer sisanya merupakan struktur layang (elevated) yang melewati tujuh stasiun, yakni Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, serta Sisingamangaraja. Sementara depo kereta berdekatan dengan Stasiun Lebak Bulus.

MRT dikelola PT Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta) yang berdiri pada 17 Juni 2008. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) inilah yang merancang pembangunan koridor MRT Jakarta Utara-Selatan Fase 2 Bundaran HI-Kota, selain koridor MRT Jakarta Timur-Barat Fase 3 Kalideres-Cempaka Baru.

Pembangunan MRT Fase 2 direncanakan pada 2020 dan ditargetkan selesai empat tahun kemudian. Ketepatan waktu kedatangan, waktu tempuh, dan waktu berhenti kereta di stasiun MRT mencapai 100 persen dari total 6.159 perjalanan kereta.

Apabila masyarakat ingin mengetahui info lebih lengkap terkait trayek MRT Jakarta bisa membaca di website: www.jakartamrt.co.id

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads