Temui Lurah yang Minta Sumbangan, PSI: Kita Surati Gubernur

23 September 2022, 13:01:17 WIB

JawaPos.com – Anggota DPRD DKI Jakarta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Justin Adrian Untayana mengaku telah mendatangi lurah di Jakarta yang diduga melakukan pungli. Lurah tersebut diduga melakukan pungli alias pungutan liar dengan kedok meminta sumbangan terhadap warga yang hendak mengurus dokumen di kelurahan.

Mulanya, Justin mengaku mendapat laporan dari warga mengenai pungli yang dilakukan seorang lurah di Jakarta saat akan mengurus surat keterangan di kelurahan tersebut. Mendengar aduan itu, ia kemudian mendatangi kelurahan yang dimaksud.

“Tanpa mengelak, lurah membenarkan serta mengatakan bahwa tindakannya merupakan perintah dari Gubernur DKI,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (22/9).

Lebih jauh lagi, menurut Anggota Komisi D itu, lurah tersebut mengklaim bahwa tindakannya adalah dalam rangka memenuhi perintah gubernur yang menetapkan target untuk mengumpulkan kurang lebih Rp 88 juta untuk zakat dan Rp 55 juta untuk Palang Merah Indonesia (PMI).

“Kami sangat menyayangkan fenomena ini, di mana dilibatkannya pelayan masyarakat untuk mengumpulkan sumbangan. Seharusnya Pemprov DKI menghapus stigma bahwa masyarakat yang mengurus dokumen di Instansi Pemprov DKI harus mengeluarkan uang di luar ketentuan,” tegasnya.

“Zaman dulu masyarakat sudah sering menghadapi pungli. Jangan lagi sekarang masyarakat ditagihkan sumbangan. Saya khawatir masyarakat akan merasa ini seperti pungli tapi dibungkus dengan judul sumbangan,” lanjutnya.

Justin mengimbuhkan bahwa selama ini tugas lurah suda cukup berat. Oleh karena itu, ia berharap mereka tidak lagi diberikan beban tugas lain seperti untuk mencari sumbangan dari masyarakat.

“Ini justru dikhawatirkan mendegradasi citra pelayan publik yang profesional,” katanya.

Menyikapi hal ini, Justin mengaku akan menyurati Gubernur DKI Jakarta Anies Basewedan secara khusus untuk menanyakan kebenaran perintah atau arahannya yang menugaskan lurah mencari sumbangan dan mematok besaran yang harus didapat tersebut.

“Saya tidak menghalang-halangi niat baik siapapun untuk kegiatan sosial, akan tetapi sangat tidak elok bilamana pelayan masyarakat ditugaskan untuk mencari uang bahkan dipasang target pendapatan sumbangan,” tandasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Tazkia Royyan Hikmatiar

Saksikan video menarik berikut ini: