alexametrics

Fenomena Manusia Silver, Bentuk Negara Tidak Bisa Memenuhi Hak Anak

23 Juli 2022, 14:14:59 WIB

JawaPos.com – Keberadaan manusia silver di jalanan Jakarta dan sekitarnya mendapat perhatian dari pemerhati anak Arist Merdeka Sirait. Perhatian ini karena manusia silver juga melibatkan kalangan anak-anak di bawah umur yang seharusnya mereka sibuk dengan kegiatan sekolah dan bermain.

Arist Merdeka Sirait, menyesalkan tindakan anak-anak yang dicat tubuhnya dengan warna silver. Menurutnya, hal itu sebenarnya berbahaya karena unsur kimia di dalam cat dapat membahayakan kesehatan anak.

Arist Merdeka Sirait mengatakan, manusia silver yang melibatkan anak berakar pada persoalan ekonomi dan tidak adanya lapangan pekerjaan untuk orang tua mereka. Sehingga anak kemudian dieksploitasi untuk kepentingan ekonomi.

“Ini sangat memprihatinkan. Ini kan salah satu bentuk ketidakmampuan negara memenuhi hak anak. Harus dilihat disitu, ini tidak berdiri sendiri,” kata Arist kepada JawaPos.com, beberapa waktu lalu.

Ahmad Azhar, 23, bersama adiknya Taufik Irawan, 8, membasuh badanya menggunakan air usai berkeliling ngamen menjadi manusia Silver di kawasan Jakarta. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

“Anak-anak itu korban dari keluarga yang mengalami permasalahan ekonomi yang tidak ditanggulangi oleh negara sehingga muncul masalah sosial seperti pengamen, manusia silver dan sebagainya,” imbuhnya.

Menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak itu, solusi menanggulangi kehadiran manusia silver dan juga pengamen adalah dengan memberikan mereka kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dan pekerjaan. Misalnya dengan memberikan pelatihan supaya tenaga dan kemampuan mereka dapat terserap oleh lapangan pekerjaan.

“Bukan hanya mengusir mereka, tapi memberikan lapangan pekerjaan bagi yang sudah dewasa dan yang masih anak dikembalikan ke kekuarganya dan keluarganya harus diberikan memampuan ekonomi,” jelasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Abdul Rahman

Saksikan video menarik berikut ini: